Piala Dunia 2018

Final Piala Dunia 2018, Pesta Hebat yang Tidak Dinikmati Bangsa Rusia

Itulah mengapa pesta final Piala Dunia 2018 ini lebih menjadi pesta bangsa-bangsa penggila bola dari Amerika Latin, Afrika, Eropa termasuk Asia.

Final Piala Dunia 2018, Pesta Hebat yang Tidak Dinikmati Bangsa Rusia
Tribunnews.com/Dahlan Dahi
Suasana pertandingan final Piala Dunia 2018, di Rusia 

Inilah kenapa bentuk dan konstruksinya mirip dengan stadion GBK Senayan Jakarta.

Sepulang dari negeri pencetus Komunisme itu, Soekarno menggagas stadion Senayan.

Konon arsitek dan konsultannya belajar dari Soviet.

Februari 1960, Stadion GBK Senayan resmi digunakan.

Jika Luzhniki berkapasitas 81 ribu, maka Senayan bisa menampung 76 ribu.

Agustus 2018 nanti, GBK Senayan jadi venue pembukaan Asia Games.

Moskow dengan Jakarta memiliki perbedaan waktu empat jam.

Moskow empat jam lebih lambat.

Sebelum ke stadion, bersama rombongan smartphone VIVO, kami dibawa ke Kremlin, Lapangan Merah, sekaligus simbol pemerintahan Rusia.

Untuk menonton laga final ini, VIVO sebagai salah satu sponsor utama, sudah membooking tiket 8 bulan sebelumnya.

Halaman
1234
Penulis: Dahlan Dahi
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved