Piala Dunia 2018

Final Piala Dunia 2018, Pesta Hebat yang Tidak Dinikmati Bangsa Rusia

Itulah mengapa pesta final Piala Dunia 2018 ini lebih menjadi pesta bangsa-bangsa penggila bola dari Amerika Latin, Afrika, Eropa termasuk Asia.

Final Piala Dunia 2018, Pesta Hebat yang Tidak Dinikmati Bangsa Rusia
Tribunnews.com/Dahlan Dahi
Suasana pertandingan final Piala Dunia 2018, di Rusia 

Kami masuk dengan dua ‘karcis’ yang digantung laiknya ID card karyawan.

Satu menunjukkan identitas kami dan status penonton.

Yang kedua, sebagai akses untuk duduk di VIP lounge VIVO.

Barisan kursi duduk kami berada di sudut kanan belakang gawang Perancis.

Seperti kebanyakan penonton, kami sudah masuk 2,5 jam sebelum laga.

Mengenal Pussy Riot, Kelompok yang Menyusup Saat Laga Final Piala Dunia 2018

Kami melewati lorong panjang sekitar 350 meter.

Ini belum termasuk jalur akses masuk sekitar 450 meter.

Lakon final dimulai dengan acara closing ceremony nan impresif.

Permainan lampu LED portabel, ratusan penari.

Kami dan puluhan ribu penonton juga disuguhi penampilan legenda asal Brasil, Ronaldinho.

Dia menabuh drum untuk mengiringi lagu populer Rusia, Kalinka.

Aktor film action drama kawakan Amerika Serikat, Will Smith, juga tampil bersama Nicky Jam dan artis asal Kosovo, Era Istrefi.

Suporter timnas Prancis dan timnas Kroasia tidak bisa menyamai animo dan kegilaan para pendukung dari Amerika Selatan, terutama Brasil dan Argentina atau Amerika Latin yang atraktif, dan agresif.

Ditanya Jagokan Prancis Atau Kroasia dalam Piala Dunia 2018, Begini Jawaban Jokowi

Fans Prancis dan Kroasia amat konservatif.

Jadi, ini seperti spektakuler show, pesta hebat yang tidak dinikmati bangsa Rusia.(*)

Penulis: Dahlan Dahi
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved