Pelaku Ekonomi Kreatif di Karanganyar Dapat Pelatihan e-Commerce Bekraf

Materi yang diajarkan pun terkait bagaimana menulis konten atau deskripsi produk dan tampilan foto produk di platform aplikasi

Pelaku Ekonomi Kreatif di Karanganyar Dapat Pelatihan e-Commerce Bekraf
TribunSolo.com/Efrem Limsan Siregar
Deputi Infrastruktur Bekraf, Hari Sungkari 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Efrem Siregar

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) memberikan workshop bertajuk digital enterpreneurship kepada dua ratusan pelaku ekonomi kreatif di Hotel Nava, Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah, Selasa (24/7/2018).

Mereka yang sebagian besar bergerak di bidang fashion, kuliner dan kriya ini nantinya dipersiapkan untuk bisa berjualan melalui aplikasi belanja daring (e-commerce).

Materi yang diajarkan pun terkait bagaimana menulis konten atau deskripsi produk dan tampilan foto produk di platform aplikasi.

Untuk kuliner, misalnya, usahawan perlu memerhatikan teknik dan sudut pengambilan foto makanan agar bisa menarik minat konsumen.

Dukung Keselamatan Berkendara, Satlantas Polresta Solo Imbau Anak di Bawah Umur Tak Kendarai Motor

Bahkan sampai hal detil sekalipun, semisal cara menuliskan diskon.

"Ketika mereka masuk platform e-commerce, pasar mereka tidak hanya terbatas pada Karanganyar, melainkan seluruh Indonesia," ujar Deputi Infrastruktur Bekraf, Hari Sungkari, kepada TribunSolo.com di sela-sela pembinaan.

Hari mengatakan, pembinaan terhadap pelaku ekonomi kreatif ini tidak akan berhenti sampai pada workshop ini.

Mereka akan didampingi sampai tiga bulan ke depan sampai benar-benar mandiri dalam menjual produknya.

"Tentu selama tiga bulan ke depan akan ada pertanyaan dari pelaku usaha tentang keberlanjutan usaha mereka," kata Hari.

5 Buah Kaya Serat Ini Bisa Membantu Menurunkan Berat Badan

Hari pun mengakui jika ke depannya usahawan ini bakal menemukan pelbagai tantangan yang bisa mengendurkan semangat mereka.

Namun, melihat antusias dan pertanyaan yang diajukan peserta, Hari merasa optimis ratusan peserta bisa menjual dagangannya secara konstan.

"Mereka harus mempunyai komitmen untuk memproduksi. Produk harus sudah siap saat mendapat pesanan. Seandainya nanti ada cacat, orang tidak akan percaya lagi"

"Mereka pun akan terseleksi dengan sendirinya," ungkap Hari. (*)

Penulis: Efrem Limsan Siregar
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved