3.000 Lebih Koperasi di Jawa Tengah Dibubarkan

Identifikasi tidak sehatnya koperasi-koperasi tersebut disebabkan antara lain tidak pernah menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT).

3.000 Lebih Koperasi di Jawa Tengah Dibubarkan
TRIBUNSOLO.COM/GARUDEA PRABAWATI
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah Ema Rachmawati 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Ribuan koperasi di Jawa Tengah (Jateng) dinyatakan tidak sehat, dan dibubarkan.

“Secara total, menurut data tahun 2017, 3.760 koperasi telah dinyatakan tidak sehat dan sudah dibubarkan,” terang Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah Ema Rachmawati kepada Tribunsolo.com, Sabtu (28/7/2018).

Identifikasi tidak sehatnya koperasi-koperasi tersebut disebabkan antara lain tidak pernah menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT).

Juga mencantumkan alamat kantor yang tidak jelas.

Datang untuk Kampanye #2019GantiPresiden, Neno Warisman Ditolak Massa di Bandara Batam

Sehingga, lanjutnya, dari 28 ribu koperasi yang ada Jateng, saat ini hanya 25 ribu saja yang dinyatakan sehat.

Ini sebagai bentuk pantauan kinerja terhadap koperasi agar koperasi tersebut benar-benar dapat menjadi penopang perekonomian rakyat.

Terkait tantangan pihaknya menyebutkan saat ini terdapat tiga poin tantangannya yakni manajemen di mana sumber daya manusia (SDM) termasuk di dalamnya, digitalisasi, serta kelembagaan.

Tiga sektor tersebutlah yang penting untuk dibenahi para koperasi, dan apabila dijalankan, akan menghadirkan efektivitas, efisiensi, serta professionalitas sistem keuangan koperasi.

“Sehingga mempermudah kinerja Koperasi,” tandasnya. (*)

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved