Pemilihan Putra Putri Solo 2018

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo Ajari Finalis Putra Putri Solo Cara Kupas Bawang Putih

Di hadapan finalis Putri Solo bernomor dada 7, Rudy memberi contoh langsung cara mengupas bawang putih.

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo Ajari Finalis Putra Putri Solo Cara Kupas Bawang Putih
Tribun Solo
Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo mengajari finalis PPS 2018 cara mengupas bawang putih dalam kegiatan cooking class, Minggu (29/7/2018) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Galuh Palupi Swastyastu

TRIBUNSOLO.COM - Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo hadir dalam kegiatan cooking class finalis Pemilihan Putra Putri Solo (PPS) 2018 di rumah dinas Loji Gandrung pada Minggu (29/7/2018).

Memakai kaos sporty warna merah, ia sempat mengajari seorang finalis Putri Solo 2018 cara yang benar mengupas bawang putih.

"Bukan gitu caranya, kupas dari ujung," ucap Rudy, sapaan akrabnya.

Rudy secara spontan lalu mengambil pisau dan satu buah bawang putih.

Di hadapan finalis Putri Solo bernomor dada 7, Rudy memberi contoh langsung cara mengupas bawang putih.

Finalis Putri Solo yang mendapat pelajaran 'spesial' tersebut tentu saja langsung cermat memperhatikan apa yang diajarkan oleh Wali Kota-nya.

Ia lalu berusaha mempraktikkan cara benar mengupas bawang putih versi Rudy.

Cooking class ini sendiri merupakan serangkaian kegiatan pembekalan finalis PPS 2018 sebelum final pada tanggal 4 Agustus nanti.

Cooking class diadakan dengan harapan agar para finalis mengenal ragam kuliner daerah sebagai salah satu destinasi wisata.

"Memasak kuliner Jawa diadakan tahun ini dengan harapan supaya Putra Putri Solo kita ini juga paham dengan kuliner sebagai salah satu bagian dari destinasi wisata," ungkap Ketua Panitia Pelaksana PPS 2018, R.Ay Febri H. Diprokusumo. 

Selain itu, menurut Rudy sendiri, kegiatan ini bertujuan agar generasi muda tidak meninggalkan pasar tradisional.

Rudy ingin agar generasi muda ikut melestarikan pasar tradisional sehingga keberadaannya tidak akan mati.

"Kalau masak masakan begini kan belanjanya pasti di pasar tradisional. Di mall juga ada tapi barang yang dijual itu beda. Jadi agar generasi muda mau berdesak-desakan di pasar supaya pasar tradisional tidak mati," ucapnya. (Editor: Agung Budi Santoso)

Penulis: Galuh Palupi Swastyastu
Editor: Galuh Palupi Swastyastu
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved