Sektor Kuliner Berkontrubusi 40 Persen terhadap Pendapatan Industri Kreatif Indonesia

Hal tersebut tampak pada banyaknya pelaku usaha yang memiliki produk kriya yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia.

Tayang:
Penulis: Garudea Prabawati | Editor: Hanang Yuwono
TRIBUNSOLO.COM/EKA FITRIANI
Ilustrasu Selter kuliner Galabo di hari pertama pembukaan, Solo, Minggu (11/6/2018) 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menyebutkan saat ini ada tiga subsektor ekonomi kreatif yang memberikan kontribusi besar dalam pertumbuhan ekonomi kreatif.

Menurut Staf Khusus Bekraf, Mesdin Kornelis Simarmata, tiga sub sektor tersebut yakni kuliner, kriya, dan fashion.

“Industri kreatif yang paling potensial sampai saat ini adalah industri kuliner di mana dari keseluruhan pendapatan industri kreatif, sebanyak 40 persennya berasal dari kuliner,” ujarnya kepada TribunSolo.com, Selasa (31/7/2018).

Sektor selanjutnya dengan pendapatan terbesar kedua yakni kriya dan fashion.

Waspada! Beredar Surat Palsu Berisi Nama-nama CPNS Mengatasnamakan KemenPAN RB

Sektor kriya besar berkontrubusi terhadap perkembangan perekonomian kreatif di Indonesia.

Hal tersebut tampak pada banyaknya pelaku usaha yang memiliki produk kriya yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia.

Sedangkan untuk sektor fashion, saat ini juga besar.

“Terlebih didukung dengan teknologi digital, yang mengarah pada e-commerce misalnya,” ucapnya.

DLH Karanganyar Analisa Sampel IPAL Cair 50-an Perusahaan, Ini Sanksi yang Disiapkan

Dan dari sektor ini, yang paling besar paling besar pertumbuhannya yakni muslim fashion.

Sementara dalam rangka arah pengembangan, Bekraf pun banyak berkoordinasi dengan daerah-daerah di Indonesia, khususnya yang memiliki potensi  industri kreatif.

Satu di antaranya dengan adanya penandatangan MoU, yang dilakukan langsung oleh Walikota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo serta Staf Khusus Bekraf, Mesdin Kornelis Simarmata yang dalam hal ini mewakili Kepala Bekraf Triawan Munaf, dalam rangka pengembangan ekonomi kreatif.

“MoU ini penting agar koordinasi dan komunikasi kedepan semakin lancar, Karena selama ini, setiap pelatihan yang dilakukan untuk mendorong sektor ekonomi kreatif di Solo selalu dibiayai oleh Bekraf, padahal kita yang menerima manfaatnya,” kata Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo.

DLH Karanganyar Analisa Sampel IPAL Cair 50-an Perusahaan, Ini Sanksi yang Disiapkan

Melalui komitmen bersama itu, nantinya setiap program pelatihan yang dilakukan oleh Bekraf di Solo dapat dilakukan follow up oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Sehingga dapat dilakukan evaluasi bersama, terkait apa saja yang perlu dilakukan pendampingan selanjutnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved