Breaking News:

Pelaksana Proyek Flyover Manahan Kena Semprot Komisi II DPRD Solo, Ada Kekurangan dan Perubahan

Supriyanto yang komisinya membidangi pengawasan pembangunan dan infrastruktur mengatakan, perubahan yang dimaksud adalah desain terowongan.

Penulis: Putradi Pamungkas | Editor: Suut Amdani
TribunSolo.com, Putradi Pamungkas
Pekerja tengah mengerjakan proyek pembangunan Flyover Manahan, Rabu (1/8/2018) siang. Hingga kini, tahapan proyek tersebut baru berjalan 49 persen. 

Laporan wartawan TribunSolo.com, Putradi Pamungkas

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Komisi II DPRD Kota Solo menuding sejumlah perubahan di tengah pengerjaan membuat proyek flyover Manahan tak kunjung mencapai tahapan yang diinginkan.

Hingga kini, proyek baru mencapai tahapan 49 persen.

Padahal, waktu tersisa untuk pengerjaan infrastruktur tersebut hanya dua bulan.

"Masih banyak kekurangan, apalagi ada perubahan di tengah proses pengerjaan," ujar Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Solo, Supriyanto, usai melakukan inspeksi mendadak di kawasan proyek Overpass Manahan, Rabu (1/8/2018) siang.

Supriyanto yang komisinya membidangi pengawasan pembangunan dan infrastruktur mengatakan, perubahan yang dimaksud adalah desain terowongan.

Sedianya, ada tiga terowongan yang hendak tersedia di jalur flyover Manahan.

"Seharusnya di jalur lambat ada dua terowongan yang mengapit, namun batal dan diubah lagi," sebutnya.

Lantas, terowongan yang tersedia pun hanya satu saja.

"Alasannya karena lebar bentangnya yang tak memungkinkan, ini yang membuat bentuk flyover Manahan kurang cantik," ujar politisi Partai Demokrat itu.

Oleh karenanya, Supriyanto mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Solo agar tidak lepas tangan meskipun proyek tersebut didanai pusat.

"Pemkot tetap berhak mengawasi, sebab kami melihat perkembangannya terlalu lambat," tandasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved