Musim Haji 2018

Dari Solo hingga Pacitan, Para Pengantar Punya Motivasi yang Sama saat Ikut Temani Jemaah Calon Haji

Istilah ini bisa bermakna bahwa orang yang ingin naik haji tentu saja harus kerap berkomunikasi dengan orang yang akan atau pernah melakukannya.

Penulis: Bobby Wiratama | Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
Bobby Wiratama/Tribunnews
Jemaah Calon Haji saat akan diberangkatkan ke Asrama Donohudan (28/7/2018) 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO- Sabtu (28/07/2018), suasana di Balai Kota Solo tampak begitu ramai.

Beberapa bus pariwisata tampak berjejer terparkir di depan gedung balai kota.

Di halaman balai kota pun banyak kerumunan warga terlihat.

Dari kerumunan masyarakat tersebut terlihat beberapa rombongan yang fokus dengan kegiatannya masing-masing.

Ada yang santai duduk di bawah pohon, ada pula yang asyik bercengkerama dengan keluarga atau sahabat masing-masing.

Meski memiliki bahan obrolan sendiri-sendiri, banyaknya masyarakat yang berkumpul di balai kota ternyata mempunyai satu tujuan yang sama.

BACA: Meski Dinilai Lebih Baik, Jemaah Calon Haji Masih Soroti Jumlah Petugas di Tanah Suci

Mereka hadir untuk mengantarkan Jemaah calon haji ke embarkasi Solo.

Pada akhir pekan ini, Pemkot Solo akan memberangkatkan jemaah calon haji kloter 38,39, dan 40.

Rencananya, para jemaah akan terbang menuju Arab Saudi pada hari Minggu kemarin (29/7/2018), pukul 06.45 WIB.

Kehadiran para pengantar jemaah calon haji ini tentu saja menjadi hal yang begitu menarik untuk diusut.

Kira-kira apa yang menjadi motivasi mereka untuk mengantarkan para jemaah haji?

Bagi orang jawa sendiri ada istilah "nyedak marang wong sing munggah haji supaya bisa keturutan munggah haji".

Istilah ini bisa bermakna bahwa orang yang ingin naik haji tentu saja harus kerap berkomunikasi dengan orang yang akan atau pernah melakukannya.

Hal ini bisa membantu mereka untuk tahu seluk beluk persiapan naik haji.

Namun, bagi beberapa orang, istilah tersebut kadang juga dimaknai secara harafiah oleh beberapa orang seperti apa yang dilakukan oleh para pengantar haji di Solo.

Sosok Prahas misalnya.

Pria asal Kentingan, Solo ini rela ikut berangkat pagi-pagi ke balaikota untuk mengiringi keberangkatan jemaah calon haji.

Menariknya, sosok yang ikut diantarkannya ini tak memiliki hubungan keluarga sama sekali dengannya.

Prahas ternyata datang untuk ikut mengantarkan ibu dari temannya dalam sesi pemberangkatan ini.

Ia tampak datang dengan beberapa temannya yang juga bersemangat untuk untuk ikut mengantarkan jemaah calon haji kala itu.

Saat ditanya motivasinya, Prahas menjawab bahwa maksud kedatangannya ini agar dirinya kelak juga ikut didoakan untuk mampu melaksanakan ibadah haji pula.

Motivasi serupa juga dikatakan oleh  Suratno.

Demi mengantarkan keponakannya, Suratno bahkan rela datang jauh-jauh dari Pacitan untuk acara pemberangkatan kali ini.

Ia menjelaskan bahwa ia sekeluarga ikut menginap semalam di rumah saudara demi bisa berpartisipasi dalam mengantarkan kepergian sang keponakan ke tanah suci.

Motivasi serupa pun diucapkan oleh Suratno yang mengaku bahwa maksud dari kedatangannya ini juga membuat sosoknya kelak berkesempatan pula ke Saudi Arabia.

Taufik beserta keluarga mengantar jemaah calon haji di Balaikota (28/7/2018).
Taufik beserta keluarga mengantar jemaah calon haji di Balaikota (28/7/2018). (Bobby Wiratama/Tribunnews.com)


Jawaban serupa ini juga dilontarkan oleh Taufik asal Sumber, Surakarta

Datang bersama keluarganya, Taufik juga mengharapkan dirinya kelak juga bisa ke tanah suci.

"Siapa tahu besok-besok juga bisa ikut ke sana juga kan? itu maunya.." ujar Taufik saat ditanyai alasan kedatangannya.

VIRAL: Embarkasi Haji Donohudan Boyolali Dimonitor Badan Pengelola Keuangan Haji

Taufik sendiri mengatakan bahwa dirinya juga sudah memiliki rencana untuk menabung naik haji dari jauh-jauh hari.

(Tribunnews.com/Bobby Wiratama)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved