Gempa Bumi Guncang Lombok

Jumlah Pengungsi Gempa Lombok Diperkirakan Mencapai 20.000 Orang

"Tapi, saya perkirakan lebih dari 20.000 orang," ujar Sutopo saat memberikan keterangan pers di kantor BNPB, Jakarta Timur, Senin (6/8/2018).

Editor: Daryono
ANTARA FOTO/ AHMAD SUBAIDI
Warga mengangkat sepeda motornya dari reruntuhan rumah pascagempa di Desa Wadon, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, NTB, Senin (6/8/2018). Gempa bumi bermagnitudo 7 mengguncang Lombok, Minggu (5/8/2018) malam. 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA — Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, pihaknya masih terus melakukan pendataan terkait jumlah pengungsi pasca-gempa bermagnitudo 7 yang mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat, Minggu (5/8/2018) malam.

Namun, ia memperkirakan jumlah pengungsi mencapai 20.000 orang.

"Saya belum bisa pastikan, jumlah pengungsi masih pendataan."

"Tapi, saya perkirakan lebih dari 20.000 orang," ujar Sutopo saat memberikan keterangan pers di kantor BNPB, Jakarta Timur, Senin (6/8/2018).

Jumlah Korban Meninggal Dunia Akibat Gempa Lombok Bertambah Jadi 91 Orang

Sutopo menuturkan, berdasarkan data BNPB, saat ini jumlah pengungsi pascagempa bermagnitudo 6,4 ada 29 Juli 2018 lalu mencapai 10.000 orang.

Kemudian gempa kedua terjadi pada Minggu (5/1/2018) dengan kekuatan yang lebih besar dan cakupan wilayah yang lebih luas sehingga diperkirakan jumlah pengungsi akan bertambah dan mencapai 20.000 orang lebih.

"Sampai dengan kemarin, kondisinya lebih dari 10.000 jiwa pengungsi."

"Sekarang ditambah dengan gempa yang lebih besar dan wilayahnya lebih luas," kata Sutopo.

Saat ini, lanjut Sutopo, sebagian masyarakat telah berada di beberapa titik pengungsian.

Sebagian lagi memilih bertahan di halaman rumah untuk menjaga harta benda meski keadaan bangunan rusak.

Tim PMI Solo Dikirim ke Lombok untuk Bantu Evakuasi Bencana Gempa

Kebutuhan mendesak para pengungsi antara lain tenaga medis, obat-obatan, makanan siap saji, tambahan tenda pengungsian, selimut, tikar, pembalut, dan layanan trauma healing bagi anak-anak serta lansia.

Selain itu, dibutuhkan pula pasokan air bersih untuk konsumsi dan kegiatan sehari-hari.

"Lembaga atau organisasi silakan memberikan bantuan berkoordinasi dengan BPBD atau posko yang ada di sana atau lembaga yang menanangani bencana sehingga nanti terdaftar dan bantuan dapat didistribusikan secara merata," ujar Sutopo.(Kompas.com/Kristian Erdianto)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pascagempa di Lombok, BNPB Perkirakan Pengungsi Mencapai 20.000 Orang" 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved