Suku Bunga Naik, Laba Bukopin Masih Sesuai Target

Direktur Utama Bank Bukopin, Eko Rachmansyah Gindo, berujar saat ini suku bunga DPK sekitar 50 basis poin.

Suku Bunga Naik, Laba Bukopin Masih Sesuai Target
WARTA KOTA/NUR ICHSAN
Ilustrasi pelayanan Bank Bukopin. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - PT Bank Bukopin Tbk melakukan penyesuaian suku bunga dana pihak ketiga (DPK)
sudah dilakukan sejak sebulan lalu seiring dengan kenaikan suku bunga  acuan yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI).

Direktur Utama Bank Bukopin, Eko Rachmansyah Gindo, berujar saat ini suku bunga DPK sekitar 50 basis poin.

Meskipun sudah melakukan penyesuaian suku bunga DPK, namun ia menyebut laba bersih yang diterima Bukopin pada semester pertama tahun ini masih sesuai target.

"Yakni laba bersih sebesar Rp 300 miliar," katanya kepada TribunSolo.com, saat ditemui di De Tjolomadu Karanganyar dalam acara Family Gathering Bank Bukopin Regional 3 Jawa Tengah, Sabtu (11/8/2018).

Pernah Garap Dua Bandara Besar, PT Utomodeck Metal Works Kini Punya Pabrik Baru di Karanganyar

Karena ada penyesuaian suku bunga DPK, kemungkinan untuk semester dua nanti akan ada koreksi perolehan laba.

Namun untuk antisipasinya, pihaknya menyebut akan lakukan efisiensi operasional.

Salah satunya penggunaan digital banking. 

"Kami meluncurkan produk digital Wokee, di mana meningkatkan pelayanan kepada nasabah dan menjawab kebutuhan nasabah untuk akses layanan bank yang mudah cepat dan nyaman," katanya.

Cuaca di Wilayah Solo Raya Hari Ini Diperkirakan Cerah Berawan

Sehingga, lanjutnya, harapannya di 2018 target laba akan mencapai Rp 600 miliar.

Sedangkan untuk suku bunga kredit, dikatakannya, akan dilakukan secara bertahap.

Pasalnya, untuk suku bunga kredit tidak dapat dilakukan secara serta merta dan perlu memperhatikan kondisi nasabah dan pengusaha. 

"Untuk suku bunga kredit akan kita lakukan secara bertahap. Kalau sekarang belum, " imbuhnya. 

Chelsea Islan Mengaku Habis-Habisan di Film Sebelum Iblis Menjemput

Adapun sektor yang paling dominan memberikan kontribusi terhadap pembiayaan, di antaranya adalah perdagangan, agrobisnis dan manufaktur kecil.

Sedangkan untuk pembiayaan infrastruktur dan sub projek infrastruktur hanya ditargetkan dapat melakukan penyaluran 8-9 persen. (*) 

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved