Legitnya Brownies Kering 'Legine', Olahan Kuliner Inovatif dari Solo

Pihaknya berujar saat ini dalam sehari dapat memproduksi 150 hingga 200 pack, dengan masing-masing pack seberat 80 gram.

Tayang:
Penulis: Garudea Prabawati | Editor: Hanang Yuwono
TRIBUNSOLO.COM/GARUDEA PRABAWATI
Lapak Keripik Brownies Legine, di pameran UKM Graha Bakorwil Surakarta, Selasa (14/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Berawal dari inovasi serta kreasi, Dina Lestari Hanafi (36), berhasil menciptakan lapangan kerja tersendiri.

Fokusnya terhadap olahan kuliner, menghantarkannya pada inovasi olahan kue brownies.

"Brand saya bernama Keripik Brownies Legine, brownies crunchy dengan beberapa varian rasa, yakni chococip, almond, dan keju," katanya kepada TribunSolo.com, saat ditemui di Gebyar Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Indonesia, di Graha Bakorwil, Surarkarta, Selasa (14/8/2018).

Pihaknya bercerita, awalnya dari produksi kue kering biasa, yang biasa ada di musim Lebaran.

Lapak Keripik Brownies Legine, di pameran UKM Graha Bakorwil Surakarta, Selasa (14/8/2018).
Lapak Keripik Brownies Legine, di pameran UKM Graha Bakorwil Surakarta, Selasa (14/8/2018). (TRIBUNSOLO.COM/GARUDEA PRABAWATI)

Dimulai di Solo, GNIK Gelorakan Bangun SDM Berkualitas di Indonesia

Lambat laun, melihat kue kering biasa dapat optimal laku di waktu serta momen tertentu, antara lain Lebaran, pihaknya pun berinovasi.

Yakni berkembang ke olahan kue brownies, tanpa harus mempertimbangkan waktu serta momen tertentu.

Pihaknya berujar saat ini dalam sehari dapat memproduksi 150 hingga 200 pack, dengan masing-masing pack seberat 80 gram.

"Prosesnya cukup lama, namun walaupun demikian saya terus pertahankan agar kualitas terjaga," katanya.

Pidato Kenegaraan, Presiden Jokowi Sebut Tingkat Pengangguran di RI Turun

Terkait kualitas, produknya pun semakin diperkuat dengan label Halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), juga packaging yang menarik.

Pihaknya juga berujar langkahnya tersebut juga atas dasar bimbingan dari Dinas Koperasi dan UMKM Kota Solo.

Untuk pasar, pihaknya mengaku saat ini selain penjualan mandiri baik online maupun offline juga dengan memanfaatkan reseller.

"Reseller saat ini paling jauh dari Sumatera, ada juga dari Cirebon, Sukabumi, dan Banjarnegara.

Untuk harga, dibanderol Rp 12 ribu hingga Rp 15 ribu per pack, sedangkan untuk paket kecil Rp 5.000. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved