Kini Jadi Taruna STMKG, Purna Paskibra Kabupaten Sukoharjo Ini Beberkan Kiat Masuk Sekolah Kedinasan

Menurut Rahmatia, bisa masuk ke sekolah kedinasan, tak serta merta karena pernah menjadi Paskibra Kabupaten Sukoharjo saja.

Penulis: Hanang Yuwono | Editor: Suut Amdani
dok.pribadi
Rahmatia Dewi Ariyanti, Purna Paskibra Kabupaten Sukoharjo, yang kini jadi taruna sekolah kedinasan STMKG. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Hanang Yuwono

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO -- Rahmatia Dewi Ariyanti, Purna Paskibra Kabupaten Sukoharjo, angkatan 2011, mengaku tak memiliki kiat khusus untuk masuk sekolah kedinasan.

Rahmatia pada tahun 2011 lalu mewakili sekolahnya, SMAN 1 Sukoharjo, untuk menjadi salah satu anggota pengibar bendera di Alun-alun Satya Negara, Sukoharjo, Jawa Tengah.

Berbekal pengalaman-pengalamannya semasa menjadi Paskibra Kabupaten Sukoharjo dan usaha yang tekun, Rahmatia diterima di Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG) pada tahun 2013.

Menurut Rahmatia, bisa masuk ke sekolah kedinasan, tak serta merta karena pernah menjadi Paskibra Kabupaten Sukoharjo saja.

Pengin Jadi Bagian dari Tim 8 Paskibraka? Tiga Hal Penting Ini Harus Dipenuhi

"Kalau kiatnya sih pasti belajar yang rajin ya (terutama belajar soal-soal TKD dan TKA dari kedinasan yang dituju, kalau sekarang kan TKD-nya pakai komputer di BKN," ujar Rahmatia, kepada TribunSolo.com, Jumat (17/8/2018).

Terkait hal tersebut, ia juga mengimbau para siswa yang berminat masuk sekolah kedinasan agar memperbanyak referensi, terutama soal tes akademik dan fisik.

"Nah sebaiknya perbanyak latihan juga, entah cari-cari di internet atau bimbel). Jangan lupa untuk olahraga dan jaga kesehatan, jangan sampai merokok," tuturnya.

Penting bagi para siswa sekolah menengah ke atas agar mempersiapkan dua hal tersebut.

Pelatih Paskibraka Kota Solo Sebut Wakil dari SMA Negeri 1 Solo Dianggap Memiliki Kualitas Lebih

Ia lantas menggambarkan bagaimana proses seleksi di STMKG secara singkat.

"Karena di kebanyakan sekolah kedinasan termasuk di tempat saya (STMKG), setelah tes akademik ada tes samapta dan kesehatan," ujarnya.

"Tes samapta itu seperti tes olahraga, mulai dari lari, push up, sit up, dan lain-lain. Nah, kalau adik-adik Paskibra kan lumayan sering mendapat latihan olahraga-olahraga kayak gitu, jadi mungkin udah enggak begitu berat. Intinya adalah berusaha dan berdoa," kata dia.

Menurut Rahmatia lagi, siswa yang pernah jadi anggota Paskibra atau menjalani latihan di dalamnya, dianggap memiliki kesiapan lebih.

Sebelum Ngetop Jadi Sutradara, Joko Anwar Ungkap Pernah Jadi Pengibar Bendera di Istana Negara

Sebab, biasanya mereka digembleng dan mendapat pelatihan dari TNI soal kedisplinan.

"Jadi kalo anak (Paskibra) pasti pasti punya kesiapan yang lebih dibanding anak-anak yang belum pernah dapat pendidikan militer," tambahnya.

Rahmatia juga menuturkan, ia mendapat sertifikat saat menjadi Paskibra Kabupaten Sukoharjo.

Otomatis, hal tersebut dianggapnya bisa menjadi pertimbangan bagi institusi kedinasan dalam seleksi penerimaan mahasiswa baru.

"Kalau ada pendaftaran apapun, misal menyertakan prestasi, masukin aja sertifikat Paskibranya, kan lumayan mana tahu bisa dapat poin plus," ujar wanita berhijab ini.

"Apapun yang kita cantumkan, mereka pasti menghargai kok, di luar mau diberi nilai atau tidak, setidaknya kan kita punya poin plus dibanding anak-anak lain dan bisa dipandang layak untuk masuk sekolah kedinasan," tutupnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved