Idhul Adha 2018

Mul Beri Penawaran Menarik Gratis Ongkos Penitipan Kambing Seminggu Jelang Idul Adha 2018

Mul menggratiskan ongkos penitipan kepada pembeli yang ingin menitipkan kambing

Tayang:
Penulis: galuh palupi | Editor: Junianto Setyadi
TribunStyle.com/Galuh Palupi
Salah satu kambing kurban di Pasar Semanggi Solo, Selasa (14/8/2018) 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Seorang pedagang kambing di Pasar Semanggi, Solo memberi penawaran menarik kepada konsumen yang berniat membeli kambing di lapaknya.

Hal itu ia ungkapkan ketika ditemui TribunStyle.com pada Selasa (14/8/2018).

Mul menggratiskan ongkos penitipan kepada pembeli yang ingin menitipkan kambing untuk dirawat sebelum disembelih pada Idul Adha 2018 nanti.

Penawaran tersebut berlaku sejak seminggu sebelum Idul Adha.

Pengelola Pasar Hewan Semanggi Solo Tak Persoalkan Adanya Pasar Tumpah Jelang Idul Adha Nanti

"Biaya penitipan kambing saya gratiskan, tapi harus seminggu sebelum Idul Adha," ungkap Mul.

Sedangkan bagi pembeli yang menitipkan kambing lebih dari seminggu, Mul mematok tarif 200 ribu tiap ekor kambing.

"Tapi kalau lebih dari seminggu, saya paling tidak minta 200 ribu per ekornya."

Mul sendiri merupakan pedagang kambing yang sudah berjualan selama 38 tahun lamanya.

Cek Hewan Kurban, Disnakan Karanganyar Temukan Kambing Dijual antara Rp 1 hingga 5 Juta

Mul sempat bercerita pernah mengalami kerugian hingga 80 juta Rupiah ketika Idul Adha tahun lalu.

"Tahun lalu saya merugi hingga 80 juta," ungkapnya.

Kerugian itu ia alami karena kambingnya banyak yang sakit dan mati.

"Kambingnya sakit terus mati, banyak."

Beli Kambing Kurban di Pasar Hewan Semanggi Solo, Ini Varian Beserta Harganya

Karenanya, Mul berharap pengelola pasar memberi fasilitas tenaga dokter hewan yang ditempatkan khusus di Pasar Semanggi.

"Kepinginnya di sini itu dikasih dokter hewan gitu lho mbak, jadi kan ada yang meriksa kesehatan hewan yang dijual," ucap Mul berharap.

Menurut Mul, adanya tenaga dokter hewan yang berjaga akan sangat membantu pedagang.

Pasalnya, hewan yang diperjual belikan di pasar tersebut terkadang terkena penyakit yang dengan cepat menular ke hewan lain.

"Jadi misal ada penyakit kayak flu burung gitu misalnya, bisa segera teratasi sebelum pedagang rugi besar," tutup Mul. (TribunStyle.com/Galuh Palupi)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved