Kepala Daerah Terjaring OTT KPK

Sidang Bupati Nonaktif Mojokerto Segera Digelar di Pengadilan Tipikor Surabaya

Di samping itu, Febri juga menuturkan sidang terhadap MKP akan digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya.

Sidang Bupati Nonaktif Mojokerto Segera Digelar di Pengadilan Tipikor Surabaya
TRIBUNNEWS.COM/IRWAN RISMAWAN
Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa berjalan keluar seusai menjalani pemeriksaan di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Jumat (4/5/2018). 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Bupati nonaktif Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa (MKP), akan segera duduk di kursi pesakitan terkait kasus proses perijinan pembangunan Menara Telekomunikasi (Tower Bersama) di Kabupaten Mojokerto tahun 2015.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, mengatakan Senin (20/8/2018) dilakukan penyerahan berkas dan tersangka atas nama MKP.

"Proses penyidikan telah selesai sehingga berkas dan tersangka diserahkan penyidik ke penuntut umum (tahap 2)," kata Febri dalam keterangannya, Jakarta, Senin (20/8/2018).

Di samping itu, Febri juga menuturkan sidang terhadap MKP akan digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya.

Niat Puasa Arafah dan Keutamaan Menjalankannya Pada 9 Dzulhijjah Jelang Idul Adha 2018

Saat ini, KMP masih ditahan di Rutan KPK di Kavling C1, Kuningan, Jakarta Selatan.

Rencananya penahanan MKP akan dipindahkan ke Rutan Klas 1 Surabaya.

"Untuk kasus dugaan penerimaan gratifikasi masih dalam proses penyidikan di KPK," tutur Febri, dikutip TribunSolo.com dari Tribunnews.com.

Dalam perkara ini, KPK menetapkan Bupati Mustofa serta Permit and Regulatory Divison Head Tower Bersama Group, Ockyanto dan Direktur Operasional PT Protelindo, Onggo Wijaya sebagai tersangka.

Pertamina Siapkan 148.720 Tabung Elpiji Melon Tambahan di Soloraya untuk Penuhi Kebutuhan Idul Adha 

Mustofa diduga menerima suap dari Ockyanto dan Onggo Wijaya Rp ‎2,7 miliar atas pengurusan izin prinsip pemanfaatan ruang (IPPR) dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) atas Pembangunan Menara Telekomunikasi di Kabupaten Mojokerto tahun 2015.

Selain itu, Mustofa juga dijerat sebagai tersangka gratifikasi bersama dengan Kadis PUPR Pemkab Mojokerto tahun 2010-2015, Zainal Abidin.

Keduanya menerima gratifikasi penerimaan fee proyek di Pemkab Mojokerto.

Miliki Nama Mirip dengan Cucu Jokowi, Jan Ethes, Usaha Konter Selular Ini Jadi Perbincangan Warganet

Mustofa disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 jo. pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana.

Sementara Ockyanto dan Onggo Wijaya disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang Perubahan Atas UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat(1) ke-1 KUHP. (Ilham Rian Pratama)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Bupati Mojokerto Segera Disidang di Pengadilan Tipikor Surabaya

Editor: Hanang Yuwono
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved