Idul Adha 2018
Superqurban, Energi Berkelanjutan dari Rumah Zakat untuk Masyarakat
Dengan motto 'Energi Berkelanjutan' Rumah Zakat memfasilitasi orang-orang yang ingin berkurban dengan cara yang mudah.
Penulis: Lailatun Niqmah | Editor: Melia Istighfaroh
TRIBUNSOLO.COM - Superqurban merupakan program kurban dari Rumah Zakat.
Dengan motto 'Energi Berkelanjutan' Rumah Zakat memfasilitasi orang-orang yang ingin berkurban dengan cara yang mudah.
Manager Cabang Rumah Zakat Solo, Mei Sri Widuri mengatakan apabila daging kurban dari para donatur nantinya akan dibagikan kepada desa-desa terpencil, terdampak bencana, hingga untuk cadangan pangan.
• Jelang Idul Adha, Harga Beras di Pasar Gede Solo Stabil
Meski demikian, 1/3 dari daging kurban akan diserahkan kepada donatur yang meminta.
"Nanti kita kirim haknya (ke pihak yang berkurban) setelah rendang atau kornetnya jadi nanti kita kirim ke alamat yang resgistrasi di awal," kata Mei Sri Widuri.
"Kemudian kita salurankan ke tempat-tempat yang terkena bencana, baik lokal maupun nasional.
Kita juga menyalurkan wilayah-wilayah terpencil," sambung Mei, Sabtu (18/8/2018).
Untuk penyembelihan hewan, dilakukan di wilayah Probolinggo, yang merupakan tempat pengumpulan hewan secara nasional.
Penyembelihan pun tetap dilakukan hingga hari tasyrik berakhir, kemudian daging diolah menjadi rendang dan kornet kaleng.
Pengolahan ini bisa dipakai untuk cadangan pangan protein hewani dan sebagai energi berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia dan dunia.
• Pekan Terakhir sebelum Idul Adha, Harga Bawang hingga Telur di Solo Naik
Kurban dari para donatur akan disalurkan ke 1.183 desa yang ada di Indonesia sebagai persediaan pangan bagi masyarakat.
Untuk berpartisipasi juga sangat mudah, lantaran bisa dilakukan secara online dan transfer.
Biaya untuk kurban kambing sebesar Rp 2.375.000, kemudian untuk sapi retail sebesar Rp 2.575.000.
Sementara untuk sapi utuh sebesar Rp 17.250.000.
• Bocah Berseragam Pramuka yang Takjub Lihat Jokowi Naik Moge Viral, Kaesang Pangarep Berniat Endorse
Daging kambing ini nantinya dapat dijadikan kurang lebih 30 kornet kaleng, dan sekitar 25 kaleng rendang.
Sedangkan daging sapi retail bisa dijadikan sekitar 50 kaleng kornet dan kurang lebih 35 kaleng rendang.
Sementara itu, untuk daging sapi bisa dibuat kurang lebih 350 kaleng kornet dan sekitar 250 kaleng rendang.
(TribunSolo.com/Lailatun Niqmah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/rumah-zakat-solo_20180819_153215.jpg)