Pemilik Mercy Diduga Tabrak Pemotor

Pemotor Diduga Ditabrak Pemilik Mercy hingga Tewas, Polresta Solo Sudah Periksa 9 Saksi

Penyidik Satreskrim Polresta Solo telah memeriksa total sembilan saksi hingga kini Kamis (23/8/2018) sore.

Pemotor Diduga Ditabrak Pemilik Mercy hingga Tewas, Polresta Solo Sudah Periksa 9 Saksi
TRIBUNSOLO.COM/CHRYSNHA PRADIPHA
Petugas Satlantas Polresta Solo melakukan pemeriksaan di lokasi kecelakaan di Jl KS Tubun, tepat di timur Mapolresta Solo, Manahan, Banjarsari, Solo, Rabu (22/8/2018) siang. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Chrysnha Pradipha

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Penyidik Satreskrim Polresta Solo telah memeriksa total sembilan saksi hingga kini Kamis (23/8/2018) sore.

Keterangan kesembilannya dibutuhkan untuk membantu mengerucutkan dugaan tindak pidana pembunuhan yang menewaskan Eko Prasetio (28), warga Manahan, Banjarsari, Solo.

Seperti diberitakan, Eko yang mengemudi Honda Beat AD 5435 OH, meninggal diduga ditabrak IA (40), dengan mobil Mercedes-Benz AD 888 QQ miliknya di Jl KS Tubun, timur Mapolresta Solo, Rabu (22/8/2018) siang.

Berdasarkan penyidikan dan olah TKP, IA ditetapkan sebagai tersangka pada Rabu alam harinya.

"Kini saksi tambah 2 orang, jadi 9 orang saksi, terus kita dalami motif dan keterlibatan tersangka atau mungkin orang lainnya," ujar Wakasatreskrim Polresta Solo, AKP Sutoyo, Kamis siang.

Berawal Cekcok, Ini Kronologi Pemilik Mercy Tabrak Pemotor hingga Tewas di Dekat Mapolresta Solo

Sutoyo enggan memperkarakan akan bertambahnya status tersangka dari saksi-saksi yang telah diperiksa.

Hanya saja, keterangan banyak saksi yang terlibat akan membantu proses penyelidikan perkara yang menghebohkan masyarakat Solo dan sekitarnya itu.

Selain menambah saksi, Sutoyo melanjutkan, pihaknya masih menahan tersangka di Mapolresta Solo.

Kemudian juga barang-barang bukti seperi mobil tersangka lalu motor, helm, sandal, dan telepon genggam korban.

Tersangka dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan, subsider Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

Atas ancaman tersebut, IA dibayangi hukuman penjara selama 15 tahun. (*)

Penulis: Facundo Crysnha Pradipha
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved