Pemilik Mercy Diduga Tabrak Pemotor

Mapolresta Solo Tenang, Tak Ada Unjuk Rasa Terkait Pengemudi Mercy Tabrak Pengendara Beat

Tidak ada aktivitas menonjol, setelah pada Jumat pagi tadi dilakukan olah tempat kejadian perkara TKP di Jl KS Tubun, timur Mapolresta Solo.

TRIBUNSOLO.COM/CHRYSNHA PRADIPHA
Suasana di depan Mapolresta Solo, Jumat (24/8/2018) sore. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Chrysnha Pradipha

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Seiring kabar tewasnya pengendara Honda Beat Eko Prasetio (28) diduga gara-gara ditabrak Iwan Adranacus (40), muncul isu akan ada unjuk rasa di depan Mapolresta Solo, Jumat (24/8/2018).

Pihak Polresta Solo pun siap mengantispasi aksi demonstrasi yang disebut-sebut akan berlangsung setelah salat Jumat itu.

Hanya, pantauan TribunSolo.com, hingga Jumat sore ini tidak ada unjuk rasa di depan Mapolresta.

Suasana pun tenang.

Tidak ada aktivitas menonjol, setelah pada Jumat pagi tadi dilakukan olah tempat kejadian perkara TKP di Jl KS Tubun, timur Mapolresta Solo.

Adapun saat olah TPK, puluhan petugas dari tim Polda Jateng hingga Bareskrim Polri berbaur bersama personel Polresta Solo untuk melakukan olah TKP.

Diberitakan TribunSolo.com sebelumnya, Kapolresta Solo, Kombes Pol Ribut Hari Wibowo, menegaskan bahwa pihaknya serius menangani kasus dugaan pembunuhan berupa penabrakan oleh pemilik mobil Mercedes-Benz (Mercy) terhadap pengendara motor Honda Beat.

Karena itu ia berharap masyarakat tidak percaya atau terpengaruh isu negatif dan hoax yang bisa memecah belah kesatuan bangsa, dalam kasus ini.

"Kita jaga bersama," ujarnya kepada TribunSolo.com, sesuai olah tempat kejadian perkara (TKP) perkara dugaan pembunuhan dengan tersangka pengusaha Iwan Adracanus tersebut, Jumat (24/8/2018) p

Adapun korban dalam kasus di Jl KS Tubun (samping timur Mapolresta Solo) ini adalah Eko Prasetio, warga Manahan yang juga menantu seorang anggota Polresta Solo.

Mengenai isu bernuansa SARA yang muncul terkait kasus itu, Ribut menegaskan akan menindak tegas penyebarnya.

"(Terhadap mereka yang) menyebar isu, menunggangi, kita tegaskan akan ditindak," katanya.

Pihaknya juga siap mengantisipasi isu unjuk rasa besar-besaran.

"Kita berhatap masyarakat membantu Polri dalam hal moral," kata Ribut.

"Mohon ikut mendoakan suapaya penyidikan bisa berjalan lancar."

"Kita harap masyarakat tidak terpengaruh isu negatif dan hoax," kata dia. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved