Breaking News:

Pemilik Mercy Diduga Tabrak Pemotor

Polresta Solo Awasi Isu-Isu di Medsos Terkait Tabrakan Mercy vs Honda Beat

Tim Siber Polresta Solo melakukan pengawasan terhadap isu-isu yang beredar di media sosial (medsos).

Penulis: Facundo Crysnha Pradipha | Editor: Daryono
TRIBUNSOLO.COM/CHRYSNHA PRADIPHA
Kapolresta Solo, Kombes Pol Ribut Hari Wibowo (tengah depan), Wakapolresta Solo, AKBP Andy Rifai (kanan) membawa barang bukti kasus dugaan pembunuhan dalam rilis di Satreskrim Polresta Solo, Rabu (22/8/2018) malam. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Chrysnha Pradipha

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Tim Siber Polresta Solo melakukan pengawasan terhadap isu-isu yang beredar di media sosial (medsos).

Hal itu dilakukan agar tak timbul keresahan dalam masyarakat pascakejadian dugaan pembunuhan oleh Iwan Adranacus (40), sopir Mercedes-Benz yang diduga menabrak dengan sengaja hingga tewas pengendara Honda Beat, Eko Prasetio (28) di timur Mapolresta Solo, Rabu (22/8/2018) siang lalu.

Wakapolresta Solo yang juga Ketua Tim Siber Polresta Solo, AKBP Andy Rifai, mengatakan, telah menemukan akun-akun yang terindikasi menyebar isu SARA dan hoax.

"Iya (menemukan akun-akun terindikasi SARA dan hoax, Red), namun sekarang tidak ada lagi," jelasnya kepada TribunSolo.com, Sabtu (25/8/2018) siang.

Dikendarai Iwan Adranacus, Ini Spesifikasi Mercy yang Diduga Tewaskan Pemotor di Jl KS Tubun Solo

Diakui Andy, pihaknya tak kendor melakukan pengawasan di medsos.

Tim dikerahkan untuk tetap memonitor situasi medsos.

Kapolresta Solo, Kombes Pol Ribut Hari Wibowo, menegaskan, siap menindak pemilik akun yang berpotensi menyebarkan isu tak benar di masayarakat.

"Insya Allah kita tindak lanjuti akun-akun yang terdeteksi menyebarkan isu tak benar kepada masyarakat," terangnya.

Namun, ia mengaku ada tim tersendiri yang berfokus menangani masalah yang berkaitan dengan Undang-Undang Informasi, Transaksi dan Elektronik.

"Pada prinsipnya kasus ini kita tangani dengan profesional, transparan, dan akuntable, silakan masyarakat percayakan penanganan kasus kepada kami," ucap Ribut.

Adapun, Iwan telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan pembunuhan tersebut.

Sering Tampil Feminin, Millendaru Dipuji Ganteng saat Pakai Kemeja Batik di Acara Lamaran Saudara

Ia yang kini ditahan di Mapolresta Solo sejak Rabu (22/8/2018) siang lalu itu dijerat Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan, subsider Pasal 351 ayat 3 tentang Penganiayaan menyebabkan korban meninggal dunia.

Pria asal Jaten, Karanganyar itu diancam hukuman penjara selama 15 tahun. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved