Breaking News:

Gerindra Kecam Aksi Pengadangan terhadap Peserta Deklarasi #2019GantiPresiden

Andre mengatakan, bila ada kelompok yang tidak setuju atau berbeda pendapat dengan deklarasi #2019GantiPresiden bisa melakukan gerakan tandingan.

KOMPAS.com/Achmad Faizal
Polwan ikut bubarkan aksi Deklarasi #2019GantiPresiden di Surabaya, Jatim. 

TRIBUNSOLO.COM,  JAKARTA - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Andre Rosiade, menilai bahwa gerakan deklarasi #2019GantiPresiden merupakan bagian dari hak kebebasan berkumpul, berserikat dan menyatakan pendapat.

Andre menyayangkan adanya beberapa tindakan pengadangan yang dilakukan saat deklarasi gerakan 2019 ganti presiden di Surabaya, Jawa Timur.

“Saya rasa ini hal yang biasa saja, hak konstitusi warga untuk menyuarakan aspirasinya menyuarakan pendapatnya,” ujar Andre, saat dihubungi Kompas.com, Minggu (26/8/2019) malam.

"Masalahnya kan gerakan ini ada yang tidak suka."

Jimly Asshiddiqie Sebut Gerakan #2019GantiPresiden Sebarkan Kebencian ke Jokowi

"Ada yang panik dengan gerakan ini sehingga mulailah ada gerakan-gerakan pengadangan."

"Ini kan cara-cara premanisme," katanya mengecam.

Andre mengatakan, bila ada kelompok yang tidak setuju atau berbeda pendapat dengan deklarasi #2019GantiPresiden bisa melakukan gerakan tandingan.

“Seharusnya kalau tidak sepakat ya bikin gerakan lain aja," kata dia.

Neno Warisman Akhirnya Pulang ke Jakarta Setelah 8 Jam Diadang Massa di Bandara di Pekanbaru

"(Misalnya) 2019 Jokowi dua periode itu nggak masalah."

"Bikin saja gerakan lain dan nggak perlu melakukan pengadangan-pengadangan,” kata Andre, dikutip TribunSolo.com dari Kompas.com

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved