Breaking News:

Kontroversi Aksi 9 September di Solo

Panitia Jamin Tak Akan Ada Deklarasi #2019GantiPresiden pada Peringatan Haornas  di Solo

Adapun Selasa siang tadi Endro mendatangi Mapolresta Solo untuk memenuhi sejumlah persyaratan.

Penulis: Facundo Crysnha Pradipha | Editor: Junianto Setyadi
TRIBUNSOLO.COM/CHRYSNHA PRADIPHA
Humas Panitia Acara Peringatan Haornas 2018 di Solo, Endro Sudarsono, diwawancara TribunSolo.com Mapolresta Solo, Selasa (28/8/2018) siang. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Chrysnha Pradipha

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Panitia Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2018 di lapangan Kottabarat, Solo, Minggu (9/9/2018) nanti, mengatakan acara itu tak akan berbau politis.

Termasuk, tanpa embel-embel deklarasi atau seruan 2019 Ganti Presiden.

Nantinya, akan dilangsungkan acara jalan sehat, tausiyah, dan penyampaian aspirasi yang diikuti ribuan umat Muslim dari berbagai daerah.

Hal itu dikatakan oleh Humas Panitia Acara Peringatan Haornas 2018 di Lapangan Kottabarat, Endro Sudarsono, saat dijumpai TribunSolo.com di Mapolresta Solo, Selasa (28/8/2018) siang.

Sejumlah Ormas Tolak Rencana Aksi 9 September 2018, Polresta Solo Belum Keluarkan Izin

Menurut Endro, permohonan izin keamanan acara telah dilayangkan panitia kepada aparat, termasuk Polda Jateng, Polresta Solo, dan Polsek Laweyan yang membawahi Kottabarat.

"Nanti yang akan ikut acara seribuan, kami sudah beritahukan (izin kegiatan, Red) kepada pihak terkait," katanya.

"Sesuai ketentuan yang tertera dalam UU No 9 Tahun 1998," ujar dia menambahkan.

Adapun Selasa siang tadi Endro mendatangi Mapolresta Solo untuk memenuhi  sejumlah persyaratan.

Polresta Solo Terima Surat Penolakan Aksi 9 September 2018 di Lapangan Kottabarat

Di antaranya, surat pernyataan panitia mengadakan kegiatan hingga menjamin keamanan, ketertiban, dan kebersihan.

Dia mengatakan. tidak akan ada aksi seruan tagar #2019GantiPresiden dengan alasan deklarasi 2019 ganti presiden telah dilakukan sebelumnya.

"Kita tambahkan juga ada aksi kepedulian sosial atas kenaikan harga BBM, kenaikan tarif listrik, kenaikan harga sembako," ujarnya.

"Kita sampaikan aspirasi masyarakat, semoga pemerintah bisa mendengar," ucapnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved