Pengukuran Lahan Kentingan Baru di Solo oleh Aparat Gabungan Dianggap Melawan Hukum

Pengukuran ulang tanah atas pemilik lahan di Kentingan Baru Jebres pada Selasa (28/8/2018) siang dianggap melawan hukum.

TRIBUNSOLO.COM/EKA FITRIANI
Para petugas saat berusaha masuk ke dalam lahan Kentingan Baru, Solo, Selasa (28/8/2018) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Pengukuran ulang tanah atas pemilik lahan di Kentingan Baru Jebres pada Selasa (28/8/2018) siang dianggap melawan hukum.

Pengukuran ini dilakukan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Surakarta yang dikawal oleh Tim Polresta Surakarta, Polsek Jebres dan Satpol PP Kota Surakarta.

"Kedatangan aparatur gabungan pada hari ini, Selasa 28 Agustus 2018 ini tidak jelas bertujuan untuk apa," kata Kuasa Hukum Warga Kentingan Baru LBH Yogyakarta, NW Satrio Kusma Manggala, Jumat (31/8/2018) siang.

Kedatangan sejumlah personil aparatur gabungan tersebut dianggap menimbulkan gejolak bagi warga penghuni.

Yang sama sekali tidak tahu menahu perihal kegiatan tersebut.

Pemkot Solo Siap Jadi Fasilitator Mediasi Pemilik Tanah dengan Penghuni Lahan Kentingan Baru Jebres

Gejolak tersebut menimbulkan gelombang protes dari warga penghuni.

Satrio mengatakan warga telah menanyakan secara baik-baik berkaitan dengan surat tugas maupun surat pemberitahuan.

Namun bukannya mendapat jawaban, warga malah mendapat perlakuan represif oleh Aparatur Gabungan.

"Secara prinsip, kegiatan pengukuran dan pemetaan objek tanah oleh aparatur gabungan ini telah dilakukan secara melawan hukum," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Eka Fitriani
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved