Bantah Solar Subsidi di Soloraya Habis, Pertamina : Konsumen Beri Surat Rekomendasi ke Petugas SPBU

Pertamina membantah kabar yang menyebut BBM jenis solar subsidi habis di wilayah Soloraya, Jawa Tengah

KOMPAS/HERU SRI KUMORO
Ilustrasi SPBU Pertamina 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Efrem Siregar

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Pertamina membantah kabar yang menyebut BBM jenis solar subsidi habis di wilayah Soloraya, Jawa Tengah.

Manager Communication and CSR Pertamina Marketing Operation Region (MOR) IV Jateng-DIY, Andar Titi Lestari, mengatakan, Pertamina menjamin pasokan solar subsidi sesuai dengan kebutuhan rata-rata normal supply kepada konsumen pengguna di seluruh SPBU, khususnya Solo Raya.

"Perlu diingat kembali bahwa solar bersubsidi mempunyai kuota yang sudah ditetapkan Pemerintah Pusat melalui BPH Migas."

"Tujuannya agar subsidi pemerintah tidak membengkak, dan peruntukannya bisa tepat sasaran," kata Andar dalam keterangan resminya yang diterima TribunSolo.com, Rabu (5/9/2018).

Besok, Bupati Juliyatmono Sambut Rombongan K3M Lamongan di Kampung Matematika Tawangmangu

Sebagai gambaran, kebutuhan rata-rata normal di wilayah Solo Raya dari Januari hingga Mei 2018 sebesar 604,9 KL.

Namun, pada Juli 2018 ada peningkatan konsumsi yang sangat tinggi dan tidak wajar yaitu mencapai 760,5 KL atau ada kenaikan yang tajam sebesar 26 persen.

Karena itu, Pertamina mengembalikan penyaluran kebutuhan solar sesuai dengan kondisi normal Januari hingga Mei.

Terkait dengan kabar yang menyebut solar habis atau dibatasi, menurutnya, hal itu sesuai dengan beberapa klasifikasi dari Perpres 191 tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran.

Jalan Sehat di Solo, PCNU Karanganyar : Banser Tidak Boleh Turun, Hanya Boleh Mengamati

Usaha Perikanan dan Pertanian misalnya.

Bagi pengguna yang bergerak di bidang perikanan, solar subsidi dapat diberikan jika dia menggunakan kapal kurang dari 30 GT.

Itu juga sudah terdaftar di SKPD Provinsi, Kabupaten, dan Kota setempat.

Sementara untuk usaha pertanian, solar subsidi diberikan dengan syarat kelompok tani atau usaha pelayanan jasa alat mesin pertanian yang melakukan usaha tani tanaman pangan, holtikultural, perkebunan mempunyai luas lahan maksimal 2 hektar dan sudah diverifikasi.

Dia juga sudah terdaftar dan mendapat rekomendasi dari Lurah, kades, atau kepala SKPD setempat yang membidangi pertanian.

Keberatan Klasifikasi Atlet Asian Para Games, Kontingen Wajib Bayar 200 USD untuk Klasifikasi Ulang

"Sedangkan mobil yang mengangkut hasil perkebunan dan pertambangan dan yang menggunakan jumlah roda lebih dari 6 roda, tidak termasuk dalam kelompok yang disubsidi, sehingga mereka harus menggunakan solar yang tidak bersubsidi," kata Andar.

Dari penjelasan itu, Andar menegaskan bahwa Pertamina tidak melakukan pengurangan solar, khususnya solar bersubsidi.

“Inti dari ini semua, setiap konsumen yang merupakan pelaku usaha di bidang pertanian dan perikanan yang berhak mendapatkan solar subsidi, harus mempunyai surat rekomendasi dari Kepala desa atau SKPD Dinas terkait, dan saat membeli solar bersubsidi, surat tersebut harus ditunjukan kepada operator SPBU, dan operator SPBU akan melayani,” jelas Andar. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved