Serikat Pedagang Minggu Pagi Manahan Gelar Aksi Demo Penolakan Relokasi di Balai Kota Solo

Seperti diketahui, Sunday Market harus ditutup oleh Pemkot Solo karena Gelora Manahan merupakan zona khusus olahraga

Serikat Pedagang Minggu Pagi Manahan Gelar Aksi Demo Penolakan Relokasi di Balai Kota Solo
TRIBUNSOLO.COM/EKA FITRIANI
Pedagang Sunday Market Manahan saat long march menuju Balai Kota Solo, Jumat (7/9/2018) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Ratusan pedagang kaki lima (PKL) Sunday Market yang tergabung dalam Serikat Pedagang Minggu Pagi Manahan (SPMPM) menggelar demo di Depan Balai Kota Surakarta menolak relokasi, Jumat (7/9/2018) siang.

Mereka menuntut Pemkot membatalkan penutupan Sunday Market Manahan.

Berdasarkan pantauan Tribunsolo.com, massa mulai menggelar aksi sekitar pukul 09.00 WIB di bundaran Gladak.

"Kita menghasilkan mboten? Kalau kita menghasilkan kenapa kita dibuang begitu saja," kata Koordinator demo Joko Santoso kepada para pedagang, Jumat (7/9/2018) siang.

Panpel Siapkan 6 Jersey Original Bagi Penonton Persis Solo vs Persiraja di Madiun

"Kita itu mentaati aturan selama ini," ujarnya.

Pihaknya mengaku telah membayar sejumlah biaya retribusi selama ini.

Aksi tersebut membuat arus lalu lintas di Jalan Slamet Riyadi tersendat.

Pedagang datang dengan membawa berbagai poster bertuliskan Tolak Penutupan Sunday Market Manahan, Sunday Market Bukan Musuh Pemkot, Ribuan Nyawa Tlah Dikorbankan.

Revalina S Temat Kabarkan Hamil Anak Kedua, Sang Adik Regina juga sedang Hamil. Selamat!

Usai melakukan orasi di Gladak, massa kemudian long march menuju Balai Kota Surakarta.

Halaman
12
Penulis: Eka Fitriani
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved