Warga Protes, Camat Ngargoyoso Karanganyar Akan Panggil Pembuat Tempat Wisata Baru

Menurut Camat Ngargoyoso, Edy Sukiswandi, warga mengeluhkan mobilitas angkutan material dan jam kerja di lokasi proyek.

Tayang:
Penulis: Efrem Limsan Siregar | Editor: Junianto Setyadi
TRIBUNSOLO.COM/EFREM SIREGAR
Proyek pembangunan area wisata agro di Desa-Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar, difoto Kamis (6/9/2018). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Efrem Siregar

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Sejumlah pekerja melakukan aktivitas pengerjaan pembuatan kawasan wisata baru di deretan bukit, Kamis (6/9/2018).

Lokasinya, di Desa Ngargoyoso, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Sebelumnya, beberapa hari lalu, sejumlah warga  menyampaikan protes terkait teknis pengerjaan di sana.

Menurut Camat Ngargoyoso, Edy Sukiswandi, warga mengeluhkan mobilitas angkutan material dan jam kerja di lokasi proyek.

Pengerjaan Jalan Adi Soemarmo Karanganyar akan Selesai Akhir September 2018

“Jam kerja dari jam delapan pagi sampai lima sore, setelah itu tidak ada aktivitas lagi," katanya kepada TribunSolo.com di lokasi proyek, Kamis (6/9/2018).

"Lalu penggunaan jalan karena ini (jalan menuju lokasi proyek) kan jalan umum.”

“Ini yang harus dibenahi,” kata Edy, mengulangi keluhan warga.

Pantauan TribunSolo.com, proyek pembangunan wisata baru itu persis di bagian belakang kantor Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar.

Panpel Rilis Tiket Persis Solo vs Persiraja Banda Aceh di Madiun

Lokasi itu akan menjadi sebuah tempat wisata agro.

Menurut keterangan sejumlah warga di sekitar lokasi proyek, mereka menyampaikan keberatan terkait jumlah angkutan material bertonase berat yang menghambat akses warga.

Adapun mengenai kekhawatiran warga tentang kemungkinan terjadinya longsor akibat kerukan di bukit, Edy menyatakan akan memanggil pelaksana proyek.

Edy akan meminta pelaksana proyek untuk membuat parit di sekitar lokasi.

Najwa Shihab Tolak Tawaran Jadi Ketua Tim Sukses Jokowi-Maruf Amin

Tujuannya, bila saat musim hujan tiba, debit air hujan bisa mengalir ke parit-parit sehingga tidak menumpuk di satu sungai kecil yang ada di sekitar loaksi proyek.

“Lalu terkait tata letak tanaman juga dibenahi,” kata dia menegaskan.

“Sebenarnya jika ada saling pengertian dengan masyarakat, tidak akan terjadi apa-apa,” kata Edy. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved