Dirilis BNPB, Ini Video dari Udara Penampakan Hutan Gunung Lawu yang Terbakar
Kebakaran itu tepatnya terjadi di wilayah Dusun Tlogo Dlingu, Gondosuli, Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah
Penulis: Daryono | Editor: Daryono
TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Kebakaran kawasan hutan Bukit Mongkrang di deretan pegunungan Lawu masih terus terjadi.
Kebakaran itu tepatnya terjadi di wilayah Dusun Tlogo Dlingu, Gondosuli, Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah
Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, kebakaran sulit dipadamkan lantaran berbagai faktor.
Mulai dari lokasi kebakaran yang sulit dijangkau, keterbatasan peralatan dan tiupan angin kecang.
Hal itu diungkap Sutopo di akun Instagramnya, Senin (10/8/2018).
Sutopo juga mengunggah video dari udara penampakan kawasan hutan di Gunung Lawu yang terbakar.
"Hutan dan alang-alang di kawasan Gunung Lawu kembali terbakar. Titik api terlihat di kawasan hutan Bukit Mongkrang, di dusun Tlogo Dlingu, Gondosuli, Tawangmangu, Kab Karanganyar, Jateng. Lokasi kebakaran jauh dari permukiman. Petugas berusaha padamkan tetapi medannya sulit dijangkau, air dan peralatan terbatas, angin kencang," tulisnya.
Sementara, akun resmi Polres Karanganyar juga mengunggah foto upaya pemadaman yang dilakukan oleh personel Polres Karanganyar.
Dalam foto tersebut, pemadaman dilakukan dengan alat seadanya.
"Semoga hujan segera turun, sehingga bisa membantu proses pemadaman bukit Mongkrang. Terima kasih buat rekan rekan pasukan langit (relawan) yang selalu siap siaga menjaga bumi lembah Lawu," tulis admin @polreskaranganyar.

Angin Kecang
Hingga Senin (10/8/2019) dini hari api yang membakar kawasan hutan Mongkrang belum bisa dipadamkan total.
Sebelumnya, Sabtu (8/9/2018) sekitar pukul 21.00 WIB api sempat terlihat membakar hutan di kawasan tersebut dan padam pada Minggu (9/9/2018) pukul 02.00 WIB.
Namun, api diketahui kembali menyala pada Minggu sore hari dan makin membesar hingga malam hari.
Staf kantor Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar, Slamet, yang turut memantau perkembangan kebakaran, menduga kobaran kembali muncul akibat tiupan angin di sana.
“Api awalnya datang dari atas bukit terus menjalar ke bawah,” kata Slamet kepada sejumlah awak media, termasuk TribunSolo.com, Minggu (9/9/2018) malam.
Semak-semak yang berada di sekitar bukit juga menjadi penyebab semakin luasnya area kebakaran.
Pantauan TribunSolo.com beberapa kilo meter dari titik kebakaran, sampai pukul 21.00 WIB, kobaran api terlihat masih menyala.
Kebakaran tersebut bisa dilihat secara kasat mata dari sekitar pintu masuk pos pendakian Cemoro Kandang.
Dari lokasi pantauan TribunSolo.com di sekitar pos pendakian Cemoro Kandang, angin terasa bertiup kencang.
Catatan TribunSolo.com, lokasi kebakaran berada jauh dari pemukiman warga.
Slamet mengatakan sejumlah relawan, anggota BPBD, Kepolisian, TNI, dan masyarakat melokalisir kebakaran pada Senin (10/9/2018) pagi.
(TribunSolo.com/Daryono/Efrem Siregar)