Bus Masuk Jurang di Sukabumi

Prihatin atas Kecelakaan Maut Bus Masuk Jurang di Sukabumi, Jusuf Kalla Soroti PO dan Kemenhub

Padahal uji KIR kendaraan sangat penting karena terkait dengan kelaikan kendaraan untuk beroperasi.

Prihatin atas Kecelakaan Maut Bus Masuk Jurang di Sukabumi, Jusuf Kalla Soroti PO dan Kemenhub
KOMPAS.com/Hendra Cipto
Wakil Presiden Jusuf Kalla 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA -- Wakil Presiden Jusuf Kalla turut menaruh perhatian kepada kecelakaan minibus yang masuk jurang di Tanjakan Letter S, Kampung Bantarselang, Cikidang, Sukabumi, Jawa Barat.

Saat ditanya ihwal kecelakaan itu, Wapres menyoroti dua pihak yang menurutnya ikut bertanggung jawab atas terjadinya kecelakaan yang menewaskan 23 orang tersebut.

“Saya membaca bus itu dua tahun itu tidak di uji KIR atau uji kelaikan kendaraan,” ujarnya di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Senin (10/9/2018).

Menurut Wapres, pihak pertama yang bertanggung jawab yakni perushaan otobus (PO) pemilih minibus dengan plat nomo polisi B 7025 SAG tersebut.

Tepat Pukul 19.30 WIB Malam, Tapa Bisu 1 Sura Pura Mangkunegaran Solo Dimulai

Sebab kendaraan tidak uji KIR selama dua tahun.

Padahal uji KIR kendaraan sangat penting karena terkait dengan kelaikan kendaraan untuk beroperasi.

Uji KIR dilakukan setiap 6 bulan sekali dan di bawah tanggung jawab dinas perhubungan setempat.

Sementara itu pihak kedua yang dinilai Wapres salah yakni Kementerian Perhubungan (Kemenhub) karena membiarkan bus pariwisata yang tidak diuji KIR beroperasi bahkan mengangkut wisatawan.

Begini Cara Aktor Fauzi Baadilla Tunjukkan Keseriusannya Dukung Prabowo di Pilpres 2019

“Dua-duanya salah, yang punya bus salah juga (Kementerian) perhubungan kenapa diberikan izin beroperasi,” kata dia, dikutip TribunSolo.com dari Kompas.com.

Dihubungi secara terpisah, Kepala Humas Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Pitra Setiawan mengungkapkan, setelah dilakukan pengecakan, bus tidak mengantongi izin terbaru atau kartu pengawasan (KP) dari Kemenhub. 

Padahal seharusnya KP diperpanjang setiap setahun sekali. KP juga berkaitan dengan uji KIR.

Kemenhub memastikan, karena uji KIR bus terakhir kali dilakukan pada 2016, maka KP juga tidak diperpanjang sejak 2016.

“KP-nya mati jadi (bus pariwisata) illegal, makanya Pak Dirjen Perhubungan Darat minta Polri melakukan pemidanaan,” kata Pitra. (Yoga Sukmana/Dian Maharani)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bus Masuk Jurang di Sukabumi, Wapres Sentil PO dan Kemenhub"

Editor: Hanang Yuwono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved