Kirab Malam 1 Suro

Gatot Nurmantyo Sebut Kirab Malam Satu Suro Mangkunegaran Solo sebagai Refleksi Perjuangan RM Said

“Intisari dari semua ini adalah mengingatkan semua bahwa kita punya sejarah perlawanan yang dipimpin RM Said,” kata dia.

Gatot Nurmantyo Sebut Kirab Malam Satu Suro Mangkunegaran Solo sebagai Refleksi Perjuangan RM Said
TRIBUNSOLO.COM/IMAM SAPUTRO
Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo ( tiga dari kanan) saat mengikuti laku tapa bisu kirab malam satu Suro di Pura Mangkunegaran Solo, Senin (10/9/2018)malam. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Imam Saputro

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Mantan Panglima TN Gatot Nurmantyo menyebut kirab malam satu Suro di Pura Mangkunegaran Solo merupakan bentuk refleksi dari perjuangan pendiri Mangkunegaran, Raden Mas Said.

Gatot menyebut RM Said atau Pangeran Sambernyawa dahulu berjuang melakukan perlawanan penjajah.

“Di tahun 1757 RM Said sudah melakukan perlawanan karena ketidakadilan, karena penghinaan oleh penjajah Belanda,” kata Gatot seusai kirab malam satu suro di Pura Mangkunegaran Solo, Senin (10/9/2018) malam 

“Intisari dari semua ini adalah mengingatkan semua bahwa kita punya sejarah perlawanan yang dipimpin RM Said,” kata dia.

Kirab Laku Tapa Bisu 1 Suro Pura Mangkunegaran Solo sebagai Bentuk Instrospeksi Diri

Menurutnya, di NKRI masih ada beberapa kerajaan-kerajaan, yang juga mengangkat harkat bangsa Indonesia dengan tradisi luhurnya.

Selain Gatot, kirab juga diikuti oleh Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Condro Kirono, Pangdam IV Diponenogoro, Mayjen Wuryanto, anggota DPR RI Aria Bima, dan Wakil Wali Kota Solo, Achmad Purnomo.

Seperti peserta kirab lain, mereka mengenakan Jawa, beskap.

Sedangkan peserta kirab perempuan  memakai pakaian cara Jawa nyampingan ukel ageng mengikuti di belakangnya.

Mereka tidak diperkenankan bicara satu dengan lainnya selama prosesi berlangsung.

Tepat pukul 19.30 WIB, laku tapa bisu dalam bagian Kirab 1 Sura Pura Mangkunegaran dimulai, Senin (10/9/2018) malam.

Yakin Bisa Enteng Jodoh hingga Cari Obat, Alasan Warga Serbu Air Jamasan Pusaka Pura Mangkunegaran

Pura Mangkunegaran Solo  menggelar kirab untuk menyambut datangnya Tahun Baru Jawa atau yang sering disebut Malam Sura.

Kirab dimulai dari Pendapa Pura Mangkunegaran kemudian keluar dari gerbang utama Pura Mangkunegaran.

Kemudian mengitari Pura Mangkunegaran searah jarum jam kemudian kembali lagi ke Pura Mangkunegaran.

Di ujung kirab terdepan ada GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo.

Di belakangnya ada kerabat Pura Mangkunegaran lain dan juga beberapa pusaka yang dikirab.

Panitia kirab, Joko Pramudyo mengatakan kirab itu diikuti oleh para kerabat serta masyarakat.

Menurutnya, iring-iringan itu akan berjalan berkeliling sembari tapa bisu atau berjalan dengan berdiam diri.

"Tidak boleh berbicara, sebagai bentuk perenungan," kata Joko. 

Selain Kapolda Jateng, Gatot Nurmantyo Juga Ikut Laku Tapa Bisu Kirab 1 Sura Pura Mangkunegaran Solo

Ritual tapa bisu selalu dilakukan pada saat Sura sebagai bentuk perenungan.

Berbarengan dengan kirab, di Masjid Al Wusto Mangkunegaran juga dilakukan tadarus Alquran.

Sekaligus sebagai tanda bahwa adat istiadat dan agama dapat berjalan seiring sejalan.

"Setelah kirab dilanjutkan dengan kegiatan semadi di pendapa," kata dia.

Semadi berlangsung sejak tengah malam hingga pagi hari.(*)

(*)

Penulis: Imam Saputro
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved