Kuliner Khas Karanganyar, Mencicipi Sego Babruk Nasi Jagung Putih Khas Candi Cetho
Kuliner khas Karangaanyar ini berisi nasi jagung yang ditambahi botok, daun jipang, dan sayur krawu.
Penulis: Efrem Limsan Siregar | Editor: Daryono
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Efrem Siregar
TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Sego Babruk adalah kuliner khas Karanganyar yang bisa ditemukan di kawasan wisata Candi Cetho, Kecamatan Jenawi, Karanganyar, Jawa Tengah.
Kuliner khas Karangaanyar ini berisi nasi jagung yang ditambahi botok, daun jipang, dan sayur krawu.
Yang membuat Sego Brabuk ini menarik adalah nasi jagungnya berwarna putih.
Nasi jagung ini mempunyai rasa yang sangat tawar.
“Ini karena jagung yang tumbuh di sekitar Candi Cetho memang berwaena putih,” kata penjual Sego Babruk Omah Poleng, Ida Sulistyowati saat ditemui TribunSolo.com di Festival Pesona Lokal di De Tjolomadoe, Colomadu, Karanganyar, Minggu (9/9/2018).
• Nikmati Kota Solo, Tamara Bleszynski Jajal Kuliner Khas Solo, Mulai dari Serabi hingga Es Dawet
Festival Pesona Lokal merupakan ajang pameran produk-produk lokal di Soloraya, termasuk kuliner.

Di Festival Pesona Lokal, Ida membawa serta semua bahan Sego Babruk ke stan UMKM yang disediakan panitia.
Ida biasa menjual Sego Babruk di kawasan wisata Candi Cetho pada hari Sabtu dan Minggu, dari pukul 09.00-18.00 WIB.
Ini karena jumlah kunjungan wisatawan ke kawasan Candi Cetho menurutnya lebih tinggi pada akhir pekan.
Nah, sambal krawu dan ikan goreng di atas nasi jagung itu memberikan kelezatan pada sajian ini.
Satu porsi Sego Babruk dijual seharga Rp10 ribu.
Sego Babruk juga cocok dijadikan bekal kepada pendaki yang ingin menjajal puncak Gunung Lawu dari jalur pendakian Candi Cetho.
• Pendaftaran CPNS 2018 di Karanganyar, Tenaga K2 Diberi Kuota 15 Persen dan Harus Melalui Tes
Apalagi menurut Ida, Sego Babruk dapat bertahan lama selama berhari-hari.