Polisi Sebut Mahasiswa UNS Solo yang Jatuh dari Lantai 4 Meninggal Karena Bunuh Diri

Polsek Jebres menerima informasi dari orang tua korban bahwa Guntur pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Jebres, Solo, pada April 2018.

Polisi Sebut Mahasiswa UNS Solo yang Jatuh dari Lantai 4 Meninggal Karena Bunuh Diri
DOKUMENTASI TRIBUNSOLO.COM
Ilustrasi jenazah pria. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Chrysnha Pradipha

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Pihak Polresta Solo menyatakan bahwa meninggalnya mahasiswa Fakultas Teknik (FT) UNS Solo, Guntur Suryo Hapsoro (20), karena bunuh diri.

Hal itu berdasarkan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang telah dilakukan jajaran Polresta Solo dan Polsek Jebres atas kasus tersebut.

Diberitakan TribunSolo.com sebelumnya, mahasiswa asal Pudakpayung, Banyumanik, Semarang, itu terjatuh dari lantai IV gedung fakultas setempat pada Kamis (13/9/2018) siang.

Ia dinyatakan meninggal dunia di RS Dr Oen Kandang Sapi pada sore harinya.

Terjatuh dari Lantai 4, Mahasiswa Fakultas Teknik UNS Solo Meninggal Dunia

Kasatreskrim Polres Solo, Kompol Fadli, mengatakan, meninggalnya Guntur diduga kuat  karena bunuh diri.

"Itu bunuh diri," ucapnya saat ditemui TribunSolo.com, Jumat siang.

Sementara petugas SPKT Polsek Jebres, Iptu Mariyanto, menjelaskan, Polsek Jebres menerima informasi dari orang tua korban bahwa Guntur pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Jebres, Solo, pada April 2018.

Tiga hari sebelum meninggal, Guntur meminta maaf kepada orang tuanya.

Keluarga Mahasiswa Teknik UNS Solo yang Jatuh dari Lantai 4 Tak Mau Perpanjang Masalah

Orang tua pun mengaku tak mengetahui arti dari permintaan maaf mahasiswa Program Studi Arsitektur Angkatan 2016 itu.

“Kami menerima informasi peristiwa ini setelah Guntur dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit pukul 15.40 WIB, sementara peristiwa tersebut terjadi pukul 12.30 WIB,” ujarnya.

Adapun Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FT UNS, Eko Pujianto, mengungkapkan Dekan FT UNS sudah berkoordinasi dengan keluarga Guntur di Semarang terkait kasus ini.

Keluarga Guntur, tanpa ada tekanan dari pihak lain, telah membuat surat pernyataan ke polisi terkait peristiwa ini.

Iseng Bagikan Potret Korban Bunuh Diri, Seorang Perawat Divonis Penjara dan Denda Rp 43 juta

Inti surat pernyataan tersebut, keluarga mengikhlaskan meninggalnya Guntur.

“Kami menyepakati permintaan keluarga Guntur agar tidak terjadi masalah di kemudian hari,” kata Eko.

Menurut dia, dari sisi akademis Guntur tertinggal dari teman-teman seangkatan.

Perpustakaan UNS Solo dan BKKBN Jateng Buka Pojok Kependudukan

Hal tersebut terjadi karena Guntur dalam kondisi sakit dan tidak ada yang mengetahuinya.

Bahkan Guntur pernah izin tidak masuk selama satu bulan dengan alasan sakit dan menjalani operasi.  (*)

Penulis: Facundo Crysnha Pradipha
Editor: Junianto Setyadi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved