Hindarkan Masyarakat dari Uang Palsu, BI Terus Berupaya Baik Preventif Maupun Represif

"Kami terus mengedukasi ke masyarakat untuk lebih cermat lagi dalam bertransaksi," katanya kepada wartawan, Selasa (25/9/2018).

Hindarkan Masyarakat dari Uang Palsu, BI Terus Berupaya Baik Preventif Maupun Represif
Foto dokumen BI
Kepala KPw BI Solo, Bandoe Widiarto saat menyerahkan hadiah kepada pemenang Duta Rupiah 2018 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Solo, Bandoe Widiarto berujar uang palsu masih menjadi tantangan besar, karena memang adanya disparitas kebutuhan di masyarakat sehingga membuat mereka mengambil jalan pintas mengedarkan uang palsu.

"Kami terus mengedukasi ke masyarakat untuk lebih cermat lagi dalam bertransaksi," katanya kepada wartawan, Selasa (25/9/2018).

Disamping itu BI juga mengupayakan berbagai cara agar masyarakat juga menggunakan uang dengan bijak dan tanpa melakukan perusakan.

Yakni dengan melakukan upaya preventif, kepada semua kalangan masyarakat terlebih lagi kaum tunanetra.

Bank Indonesia Perwakilan Solo Deteksi 1.104 Uang Palsu Beredar di Masyarakat 

Juga itu upaya represif juga dilakukan dengan menjalin kerjasama dengan penegak hukum.

Rupiah itu sudah menjadi simbol negara, dan dilindungi secara hukum melalui undang-undang mata uang.

"Maka dari itu bagi siapapun yang mulai dari merencanakan hingga mencetak uang palsu ada jeratan hukum, yakni kurungan hingga 15 tahun," terangnya.

Dalam hal sosialisasi uang palsu, BI juga bersinergi dengan perbankan, dengan mengedepankan gerakan 3D (dilihat, diraba, dan diterawang).

"Upaya melindungi masyarakat dari uang palsu juga kami lakukan melalui program pemilihan duta rupiah yang tahun 2018 ini melibatkan 81 teller dari 73 perbankan dan 8 BPR," imbuhnya.

Sebab disadari jika teller menjadi garda terdepan pada tiap perbankan.

Perkaso Raya : Masyarakat Semakin Sadar Memperlakukan Uang Rupiah dengan Layak

Maka perlunya pembekalan untuk mengetahui keaslian uang dan cara penanganannya. (*)

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved