Inilah 5 Negara yang Jadi Lawan Terberat di Cabor Basket Asian Para Games 2018

Pemain Timnas Basket Paralimpik Indonesia, Danu Kuswantoro menyebut ada 5 negara yang akan menjadi lawat terberat di Asian Para Games 2018.

Inilah 5 Negara yang Jadi Lawan Terberat di Cabor Basket Asian Para Games 2018
ambar Purwaningrum/TribunSolo
Atlet basket Para Asian Games 2018 yang sedang berlatih 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ambar Purwaningrum

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Pemain Timnas Basket Paralimpik Indonesia, Danu Kuswantoro menyebut ada 5 negara yang
akan menjadi lawat terberat di Asian Para Games 2018.

Lima negara itu adalah Iran, Jepang, Korea Selatan, China dan Thailand.

"Mereka sudah berpengalaman selama puluhan tahun dan bahkan sudah regenerasi, sementara kita baru berusia beberapa bulan," jelas Danu, ditemui di GOR Punakawan, Karanganyar pada senin, 17/9/2018.

Fakta Asian Para Games 2018 : Basket Kursi Roda Ternyata Belum Genap Setahun Masuk Indonesia

Asian Para Games 2018 memang menjadi ujian berat bagi cabang olahraga basket.

Tim basket paralimpik Indonesia baru terbentuk pada Januari 2018 lalu.

Usia yang seumur jagung ini tentu berbanding terbalik dengan atlet dari negara lain yang menjadi peserta Asian Para Games 2018.

Pelatih yang sedang memberikan arahan pada para atlet basket
Pelatih yang sedang memberikan arahan pada para atlet basket (ambar Purwaningrum/TribunSolo)

Kendala Tim Basket Jelang Asian Para Games 2018, Hampir Semuanya Belum Pernah Main Basket

Masalah lain yang harus dihadapi cabor basket adalah para pemainnya yang bukan atlet basket profesional.

Menurut Head Coach Basket Paralimpik Indonesia, Fajar Brillianto, dari 12 pemain hanya Donald Pura Santoso yang benar-benar atlet.

Atlet basket Para Asian Games 2018 yang sedang berlatih
Atlet basket Para Asian Games 2018 yang sedang berlatih (ambar Purwaningrum/TribunSolo)

Perjuangan Tim Basket Indonesia Menuju Asian Para Games 2018, Setiap Latihan Selalu ada yang Cedera

"Lainnya berasal dari cabor lain seperti bulu tangkis, tenis, tolak peluru dan sebagainya," jelas Fajar.

Meski cukup berat, Fajar mengapresiasi kerja keras pemain dalam berlatih basket.

"Mereka berlatih 10 kali dalam seminggu, pagi dan malam demi Asian Para Games 2018," pungkasnya. (*)

Penulis: ambar purwaningrum
Editor: Aji Bramastra
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved