Tradisi Dukutan Diharapkan Jadikan Nglurah Tawangmangu Sebagai Kampung Wisata

Tradisi ini digelar untuk mengingat dua tokoh Nglurah pada zaman dahulu, yaitu Narotama Mengembara dengan Nyai Roso Putih

TribunSolo.com/Efrem Limsan Siregar
Tanaman hias di pekarangan rumah warga di Lingkungan Nglurah, Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah, Selasa (3/10/2018). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Efrem Siregar

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Warga Lingkungan Nglurah, Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah, merayakan tradisi Dukutan turun-temurun sejak ratusan tahun lalu.

Kali ini, warga merayakannya pada Selasa (3/10/2018).

Tradisi ini digelar untuk mengingat dua tokoh Nglurah pada zaman dahulu, yaitu Narotama Mengembara dengan Nyai Roso Putih.

Ada beberapa harapan yang ingin disampaikan.

Koordinator Lingkungan Nglurah, Ismanto Hartono berharap Lingkungan Nglurah kelak bisa menjadi subur, makmur, dan terhindar dari bencana.

Kodim Wonogiri Gelar Doa Bersama untuk Korban Gempa Tsunami Palu

Namun, pada perkembangannya, Ismanto mengungkapkan tradisi Dukutan kali ini juga bisa menjadi daya tarik untuk mengembangkan Nglurah sebagai kampung wisata.

"Acara Dukutan kami angkat dengan berharap bisa menjadi kampung wisata."

"Sebab, 90 persen warga di sini berkecimpung dalam dunia tanaman hias," kata Ismanto kepada TribunSolo.com.

Deretan tanaman hias bisa terlihat di sejumlah pekarangan rumah warga yang tinggal di lereng gunung Lawu ini.

Hasil Liga Champions: Gol Lionel Messi Tutup Kemenangan Barcelona atas Tottenham Hotspur

Halaman
12
Penulis: Efrem Limsan Siregar
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved