2 Pimpinan Bank Saksi Kasus TPPU Hannien Tour Mangkir Tanpa Alasan Jelas

Penyidikan dilakukan dengan memanggil dua pimpinan bank dari BCA dan BNI Syariah cabang Kabupaten Bogor.

2 Pimpinan Bank Saksi Kasus TPPU Hannien Tour Mangkir Tanpa Alasan Jelas
TRIBUNSOLO.COM/CHRYSHNA PRADIPHA
Terdakwa kasus penipuan dan penggelapan Avianto Boedhy Satya sebagai Direktur Keuangan Hannien Tour dibawa setelah sidang pada Selasa (22/5/2018) siang. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Chrysnha Pradipha

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Penyidik Polresta Solo atas kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) biro jasa umrah PT Usmaniyah Hannien Tour terus bekerja melanjutkan proses penyidikan.

Penyidikan dilakukan dengan memanggil dua pimpinan bank dari BCA dan BNI Syariah cabang Kabupaten Bogor.

Namun keduanya kembali tak memenuhi panggilan polisi untuk kedua kalinya.

Kanit IV Satreskrim Polresta Solo, Iptu Sudarmiyanto, mengatakan, keterangan kedua pimpinan bank dibutuhkan untuk memenuhi penyidikan dua tersangka kasus Hannien Tour.

Ini Dia Pemenang Pemilihan Bintang Radio Indonesia RRI Solo

Yakni Direktur Utama, Farid Rosidyn dan Direktur Keuangan, Avianto Boedhy Satya.

Untuk diketahui, keduanya telah divonis 3,5 tahun penjara dalam kasus penipuan dan penggelapan di Pengadilan Negeri (PN) Solo tanggal 22 Mei 2018 lalu.

"Surat panggilan keduanya telah kami layangkan pertengahan September lalu namun tidak hadir ke Mapolresta Solo tanpa keterangan jelas," terangnya ditemui TribunSolo.com, Senin (8/10/2018) siang.

Diungkapkannya, enam bank menjadi sasaran penyidik Polresta Solo karena digunakan kedua pelaku untuk menyimpan uang milik calon jemaah umrah.

Enam bank tersebut yakni BCA, Mandiri, BNI, BNI Syariah, BRI, dan CIMB Niaga yang seluruhnya beralamat di Kabupaten Bogor, Jawa Barat sesuai dengan alamat kantor pusat Hannien Tour.

Saksi Kasus TPPU Hannien Tour Mangkir Dua Kali, Polresta Solo Tidak Akan Panggil Paksa

Dari keenam bank itu, buku rekening sebagai barang bukti juga sudah diamankan.

Di antaranya berisi buktu transaksi uang dari calon jemaah umrah, uang milik perusahaan sepuluh anak cabang hingga kantor pusat Hannien Tour di Bogor.

“Kami tidak menemukan uang tunai dalam berkas kasus TPPU karena kedua pelaku sudah menggunakan uang untuk kepentingan pribadi,” ucapnya.

"Kami akan kembali melayangkan surat panggilan pemeriksaan kepada dua pimpinan bank itu, berkas perkara TPPU tinggal menyisakan keterangan keeduanya," paparnya.

"Setelah selesai akan segera dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum Kejari Solo." (*)

Penulis: Facundo Crysnha Pradipha
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved