Breaking News:

Diskusi Bersama Bahas Desa Damai Anti-Radikalisme Ini Hadirkan Menteri Desa dan Yenny Wahid

Direktur Non-Aktif Wahid Foundation, Yenny Wahid, memberikan pemaparan desa damai dan visi tentang Indonesia yang damai dan toleran.

TRIBUNSOLO.COM/CHRYSNHA PRADIPHA
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo, dalam diskusi Pembangunan Desa Damai Bersama PBB-UN Women, di Hotel Alana, Colomadu, Karanganyar, Selasa (9/10/2018) siang.     

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Chrysnha Pradipha

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Sebuah acara Diskusi Bersama digelar PBB-UN Women di Hotel Alana Solo di Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jateng,  Selasa (9/10/2018) siang.

Acara untuk pembangunan desa damai itu bertujuan pula untuk mencari jalan keluar  menangkal radikalisme.

Berbagai narasumber berkompeten di bidangnya pun dihadirkan.

Antara lain, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo.

Yenny Wahid Sebut Jokowi Punya Pola Pikir Sederhana, Namun Kaya Karya

Acara dibuka oleh UN Women Representative and Liaison to ASEAN, Dr Sabine Machl.

Dalam pidato pembukaan, pihaknya menerangkan mengenai pentingnya pembangunan desa damai termasuk dengan kemajuan perempuan, perdamaian dan keamanan.

Lalu terkait penanggulangan radikalisme dan ekstrimisme, Direktur Kerjasama Regional dan Multilateral Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Andhika Chrisnayudhanto, memberikan sambutan.

Ada juga pamaparan mengenai rencana aksi nasional penanggulangan ekstrimisme berbasis kekerasan yang mengarah ke terorisme oleh Andhika Chrisnayudhanto.

Drama Amien Rais Dipanggil Polisi: Mangkir karena Salah Nama hingga Janji Bongkar Kasus Korupsi

Direktur Non-Aktif Wahid Foundation, Yenny Wahid, memberikan pemaparan desa damai dan visi tentang Indonesia yang damai dan toleran.

Menteri Eko, dalam penjelasannya menguraikan perihal pentingnya pelibatan masyarakat desa dalam pencegahan ekstrimisme dan pemeliharaan perdamaian.

"Acara ini bagus sebagai keterkaitan antara pembangunan desa dengan penanggulangan terorisme dan ekstrimisme," katanya, ditemui TribunSolo.com usai acara.

Baginya, dengan adanya pembangunan desa mulai dari infrastruktur hingga perekonomiannya, masyarakat desa akan terhindar dengan ancanam seperti terorisme.

Jubir Prabowo-Sandiaga Tak Kaget Yenny Wahid Dukung Jokowi, Ini Alasannya

Adapun dalam acara juga diisi tanya-jawab, dan diskusi antarkelompok yang terdiri dsri pimpinan desa, kelompok perempuan dan pemerintah.

Pada intinya, acara diskusi ini diadakan sebagai persetujuan atas pernyataan sikap bersama untuk memastikan dukungan berkelanjutan dan terstruktur bagi Desa Damai untuk disampaikan di New York pada Ajang Tahunan Perempuan, Perdamaian dan Keamanan, Oktober 2018. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved