Pemkot Surakarta: Belum Ada Keluhan Mengenai UMK

Kebijakan Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) dinilai telah berjalan optimal di Kota Solo.

Pemkot Surakarta: Belum Ada Keluhan Mengenai UMK
TRIBUNSOLO.COM/GARUDEA PRABAWATI
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Surakarta, Agus Sutrisno. 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kebijakan Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) dinilai telah berjalan optimal di Kota Solo.

"Sejauh ini belum pernah ada keluhan mengenai UMK yang masuk ke Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Surakarta," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Surakarta Agus Sutrisno, kepada awak media, Rabu (17/10/2018).

Pihaknya juga menilai perusahaan-perusahaan khususnya yang skala besar sudah mematuhi aturan ini.

Di mana upah yang diberikan kepada karyawan sesuai kebijakan aturan UMK yang berlaku.

UMK 2019 Diperkirakan Naik 8,03 Persen, Pemkot Solo Sebut Hitungan sudah Layak

"Hanya saja memang untuk usaha skala kecil sistem penggajiannya biasanya tergantung kesepakatan," katanya.

Sementara, pada perhitungan kenaikan UMK 2019, yang diperkirakan naik 8,03 persen secara nasional, diprediksi kenaikan tersebut sudah sesuai dengan kebutuhan hidup layak (KHL) Kota Solo.

Agus Sutrisno berujar saat ini di Kota Solo UMK-nya Rp 1.668.700.

Kementrian Tenaga Kerja Tetapkan Kenaikan Upah Minimun Provinsi, Berapa Besarannya?

"Biaya hidup di Kota Solo untuk perorangnya dengan penghasilan sebesar itu masih layak," tutupnya.

Meski demikian, pihaknya belum dapat memastikan apakah angka kenaikan UMK yang diresmikan oleh pemerintah nanti sesuai dengan prediksi tersebut. 

"Kami masih menunggu ketok palu," tutupnya. (*)

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved