Kenakan Batik dan Bertopi, Tersangka Kasus Mercy VS Honda Beat Dikirim ke Kejari Solo

Mengenakan topi abu-abu, pakaian batik cokelat, dan bercelana kain hitam, tangan Iwan juga terlihat diikat dengan cable ties.

Kenakan Batik dan Bertopi, Tersangka Kasus Mercy VS Honda Beat Dikirim ke Kejari Solo
TRIBUNSOLO.COM/CHRYSNHA PRADIPHA
Tersangka Iwan Adranacus dibawa ke mobil menuju Kejari Solo dalam pelimpahan tahap dua kasus Mercy VS Honda Beat, di Mapolresta Solo, Kamis (18/10/2018) pagi. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Chrysnha Pradipha

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Polresta Solo melakukan pelimpahan tahap dua kasus dugaan pembunuhan oleh Iwan Adranacus (40), tersangka kasus Mercedes-Benz (Mercy) versus Honda Beat, ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Solo pada Kamis (18/10/2018) pagi.

Iwan yang merupakan pengendara Mercy, diduga menabrak Eko Prasetyo (28), pengemudi Honda Beat hingga tewas.

Tersangka kini menjadi tahanan Kejari.

Kejari Solo Ingin Kasus Mercy vs Honda Beat Segera Disidangkan oleh PN Solo

Iwan dikeluarkan dari Kantor Satreskrim Polresta Solo sekira pukul 09.00 WIB.

Mengenakan topi abu-abu, pakaian batik cokelat, dan bercelana kain hitam, tangan Iwan juga terlihat diikat dengan cable ties.

Ia tampak menundukan kepala saat dibawa menuju mobil lalu diberangkatkan ke Kejari.

Kapolresta Solo, Kombes Pol Ribut Hari Wibowo, menyatakan, tersangka Iwan dilimpahkan karena berkas kasusnya telah dinyatakan P21 atau lengkap oleh Kejari.

"Hari ini kita melimpahkan tahap kedua tersangka dan barang bukti kepada Kejaksaan, maka Polreta telah selesai untuk menyidik kasus ini," ucapnya.

Kejari Solo Pastikan Berkas Kasus Mercy vs Honda Beat Sudah Lengkap

Selain mengantarkan Iwan kepada Kejari, Polresta juga menyertakan sejumlah barang bukti untuk dikirim.

Di antaranya mobil Mercy milik Iwan, sepeda motor Honda Beat milik Eko, sebuah ban mobil berlubang, hingga helm.

Pihaknya menegaskan, pelimpahan berkas ini menjawab bahwa polisi profesional dalam menangani kasus.

"Pelimpahan ini menjawab bahwa polisi profesional, jangan ada keraguan dari masyarakat terhadp kepolisian," paparnya. (*)

Penulis: Facundo Crysnha Pradipha
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved