Breaking News:

Pejabat Pemkab Mojokerto Ini Mengaku Serahkan Uang Suap untuk Bupati Mojokerto di Makam

Kasus dugaan suap mantan Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa disidangkan lagi di Pengadilan Tipikor Surabaya. Menghadirkan saksi mantan pejabat.

KOMPAS.com/ACHMAD FAIZAL
Sidang pemeriksaan saksi perkara suap mantan Bupati Mojokerto di Pengadilan Tipikor Surabaya, Senin (22/10/2018). 

TRIBUNSOLO.COM, SURABAYA  - Kasus dugaan suap terhadap mantan Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa, disidangkan lagi di Pengadilan Tipikor Surabaya.

Dalam sidang lanjutan, Senin (22/10/2018), cara pemberian uang suap izin menara telekomunikasi untuk terdakwa Mustofa Kamal Pasa, diungkap mantan anak buahnya.

M Ali Kuncoro, mantan Kabag Umum Pemkab Mojokerto, saat bersaksi mengaku beberapa kali menyerahkan uang suap dari perusahaan telekomunikasi kepada orang suruhan terdakwa (saat itu masih menjabat bupati, Red).

Salah satunya di tempat pemakaman umum (TPU) pada dini hari.

Heboh di Mojokerto, Air Sumur Diduga Mengandung BBM

"Waktu itu Rp 600 juta saya serahkan di sebuah TPU dini hari," ujarnya, dikutip TribunSolo.com dari Kompas.com.

"Uang dari perusahaan pemilik tower telekomunikasi," kata Ali dalam di hadapan majelis hakim.

Uang tersebut diberikan kepada Bambang Wahyudi, mantan Kepala Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Kabupaten Mojokerto yang kini menjadi Kepala Inspektorat Pemkab Mojokerto, atas perintah Mustofa Kamal Pasa.

Ali mengatakan, waktu itu Bambang terus mendesaknya agar meminta uang kepada perusahaan menara karena sudah ditanyakan oleh Mustofa.

Demi Klaim Asuransi Rp 20 Miliar, Pria di Mojokerto Ini Nekat Bakar Tokonya Sendiri

Karena mendengar perintah langsung dari Bupati Mojokerto, dia pun mengikuti instruksi tersebut.

Selain di TPU, Ali mengaku juga beberapa kali menyerahkan uang ke Bambang termasuk di rumah Ali.

Halaman
12
Editor: Junianto Setyadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved