Ratna Sarumpaet Mengaku Dianiaya

Diperiksa Sebagai Saksi Kasus Ratna Sarumpaet, Dahnil Anzar: Seolah-olah Kami Ini Tersangka

Mereka diperiksa sekitar enam jam lebih sejak pukul 14.00 WIB hingga pukul 20.30 WIB. Ketiganya dicecar 11 pertanyaan oleh penyidik.

Diperiksa Sebagai Saksi Kasus Ratna Sarumpaet, Dahnil Anzar: Seolah-olah Kami Ini Tersangka
TRIBUNNEWS.COM
Dahnil Anzar Simanjuntak 

TRIBUNSOLO.COM - Tiga saksi kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks penganiayaan aktivis Ratna Sarumpaet telah menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya.

Tiga saksi tersebut diantaranya, Koordinator Juru Bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak, Ketua KSPI, Said Iqbal, dan Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandiaga, Nanik S Deyang.

Mereka diperiksa sekitar enam jam lebih sejak pukul 14.00 WIB hingga pukul 20.30 WIB. Ketiganya dicecar 11 pertanyaan oleh penyidik.

6 Pelari Asal Kenya Borong Medali Kategori Putra dan Putri di Marathon Solo Open 10K

Seusai pemeriksaan, Dahnil memprotes pertanyaan yang diajukan oleh penyidik. Menurutnya, pertanyaan yang diajukan tidak substantif.

"Apalagi kami  berulang kami dipanggil dan bagi kami pertanyaannya gak substantif. Mengarah seolah-olah kami ini tersangka dan kami gak paham sama sekali," ujar Dahnil di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (26/10/2018).

Dahnil menegaskan agar polisi tidak menjadi alat politik. Menurutnya polisi harus netral terutama di tengah tahun politik ini.

"Jadi saya berulang kali menyebutkan cara-cara begini dihentikan. Dan saya ingin tentu polisi bekerja secara profesional," tegas Dahnil.

Mayat Dicor dalam Drum di Sukoharjo Diduga Pria Korban Pembunuhan

Seperti diketahui, polisi menetapkan Ratna Sarumpaet tersangka menyebarkan berita bohong alias hoaks soal penganiayaan.

Dirinya ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (4/10/2018) malam. Dia diciduk sebelum naik pesawat meninggalkan Indonesia.

Ratna disangkakan Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 jo Pasal 45 Undang-Undang ITE terkait penyebaran hoaks penganiayaan.

Atas kasus tersebut, Ratna terancam 10 tahun penjara. Ratna juga terancam pasal 14 UU nomor 1 tahun 1946. Pasal ini menyangkut kebohongan Ratna yang menciptakan keonaran. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Diperiksa Polisi, Dahnil: Pertanyaannya Mengarah Seolah Kami Ini Tersangka
Penulis: Fahdi Fahlevi

Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved