Kasus Mayat Dicor di Sukoharjo

Polres Sukoharjo Berkoordinasi dengan 4 Polres untuk Cari Tahu Identitas Mayat yang Dicor dalam Tong

Empat Polres yang diminta koordinasi itu di antaranya Polres Karanganyar, Polresta Solo, Polres Wonogiri, dan Polres Klaten.

Polres Sukoharjo Berkoordinasi dengan 4 Polres untuk Cari Tahu Identitas Mayat yang Dicor dalam Tong
KOMPAS.com/DOK KAPOLSEK GROGOL DANI HERLAMBANG
Tim SAR dan anggota Polsek Grogol mengeluarkan kerangka manusia yang ditemukan dicor dalam drum, Jumat (26/10/2018) sore. Kerangka manusia dicor dalam tong itu ditemukan di jembatan pondok Sungai Bengawan Solo, Desa Pondok, Kecamatann Grogol, Kabupatenn Sukoharjo. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Efrem Siregar

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Polres Sukoharjo berkoordinasi dengan Polres yang berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Sukoharjo untuk membantu penyelidikan kasus penemuan mayat yang dicor dalam drum, Senin (29/10/2018).

Hal itu disampaikan Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi saat ditemui TribunSolo.com dan awak media lainnya di Mapolres Sukoharjo.

Empat Polres yang diminta koordinasi itu di antaranya Polres Karanganyar, Polresta Solo, Polres Wonogiri, dan Polres Klaten.

Koordinasi dilakukan untuk membantu mengungkap identitas mayat yang sampai saat ini belum teridentifikasi.

Warga Sekitar TKP Mengaku Tidak Mengenal Identitas Mayat yang Dicor di Sukoharjo

“Hal ini dilakukan apabila di antara empat Polres tersebut ada memiliki laporan kehilangan orang.”

“Jika ada laporan, kami akan datang untuk mengonfirmasinya,” kata AKBP Iwan Saktiadi.

Hingga kini, Polres Sukoharjo masih terus mencari tahu identitas mayat yang sudah tinggal tulang belulang tersebut.

Berdasarkan hasil sementara Labfor RSUD Dr Moewardi, Solo, mayat diperkirakan berusia antara 25-60 tahun berjenis kelamin laki-laki.

Adapun barang yang ditemukan beberapa di antaranya adalah kaos sweater bergaris hitam putih dan tulisan Black Endt pada bagian dada.

Penemuan Mayat Dicor di Sukoharjo, Warga Sempat Mengira Bau Menyengat dalam Tong adalah Bangkai Ayam

Lalu, sprei putih bermotif bunga yang dipakai menutup jenazah saat dicor dalam tong.

Kapolres berharap masyarakat yang kehilangan anggota keluarga atau kerabat bisa melaporkannya ke pihak Kepolisian.(*)

Penulis: Efrem Limsan Siregar
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved