Kepala Dispendukcapil Jember Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Dugaan Pungli

Dari hasil OTT tersebut, polisi mengamankan barang bukti uang tunai sebesar Rp 10 juta dari tangan Kepala Dispendukcapil.

Kepala Dispendukcapil Jember Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Dugaan Pungli
KOMPAS.com/ Ahmad Winarno
Kapolres Jember, AKBP Kusworo Wibowo, Bersama Kasatreskrim AKP Erik Pradana, Saat Menggelar Press Release, Terkait Penetapan Tersangka Kasus Dugaan Pungli Pengurusan Dokumen Kependudukan, Yang Melibat Kepala Dispendukcapil Jember, dan Seorang Calon. 

TRIBUNSOLO.COM, JEMBER - Kepolisian Resor (Polres) Jember, Jawa Timur, menetapkan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Jember, Sri Wahyuniati, sebagai tersangka kasus dugaan pungutan liar pengurusan dokumen kependudukan.

Selain kepala dinas, polisi juga menetapkan seorang calo berinisial K sebagai tersangka kasus tersebut.

Penetapan kedua tersangka tersebut menyusul kegiatan operasi tangkap tangan ( OTT) di kantor Dispendukcapil Jember, yang dilakukan Polres Jember, Rabu (31/10/2018) malam.

Dari hasil OTT tersebut, polisi mengamankan barang bukti uang tunai sebesar Rp 10 juta dari tangan Kepala Dispendukcapil.

KPK Jelaskan Kronologi OTT terhadap Anggota DPRD Kalteng dan Petinggi Anak Usaha Sinarmas

 Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo menuturkan, kasus OTT tersebut bermula banyaknya laporan warga yang masuk, bahwa terjadi dugaan praktik pungli terhadap pengurusan dokumen kependudukan seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), Kartu Identitas Anak (KIA), dan akta kelahiran.

“Jadi, banyak warga yang mengeluh kepada kami, bahwa pengurusan dokumen kependudukan cukup lama."

"Namun, jika ingin cepat maka bisa lewat samping, dengan membayar sejumlah uang,” ungkap Kusworo, Jumat (2/11/2018).

Setelah dilakukan penyelidikan mendalam, akhirnya polisi melakukan OTT terhadap Kepala Dispendukcapil, dan berhasil mengamankan sejumlah barang bukti.

Terjaring OTT KPK, 8 Anggota DPRD Kalteng dan 6 Kalangan Swasta Diduga Tidak Sekali Bertransaksi

“Jadi, tersangka calo berinisial K ini, memiliki kaki tangan di bawahnya yang bertugas menjaring pemohon dokumen kependudukan, yang ingin cepat proses pengurusannya."

"Mereka biasanya mematok tarif Rp 100.000 untuk pengurusan KK, KTP, dan akta kelahiran, sedangkan KIA dipatok sebesar Rp 25.000,” kata dia, dikutip TribunSolo.com dari Kompas.com.

Setelah berkas terkumpul, selanjutnya tersangka K akan menyerahkan seluruh dokumen berikut uang tersebut kepada Kepala Dispendukcapil, untuk ditandatangani.

“Dengan membayar tersebut, maka pengurusan dokumen kependudukan bisa selesai sehari,” ujar Kusworo.

KPK Perpanjang Masa Penahanan Bupati Malang Selama 40 Hari

Saat ini, polisi masih terus melakukan pendalaman terkait kasus dugaan pungli tersebut.

“Terus kita dalami kasus ini,” tutup dia. (Kontributor Kompas.com Jember, Ahmad Winarno)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Terjaring OTT Pungli, Kadispenduk Jember Ditetapkan Tersangka"

Editor: Hanang Yuwono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved