UNS Solo Dorong Tempe Jadi Food Cultural Heritage

UNS mendorong tempe menjadi food cultural heritage dari Indonesia yang diakui UNESCO.

Penulis: Imam Saputro | Editor: Fachri Sakti Nugroho
TribunSolo.com/Imam Saputro
International Workshop on Traditional Fermented Food di UNS Solo, Selasa (6/11/2018). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Imam Saputro

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo mendorong tempe menjadi food cultural heritage dari Indonesia yang diakui United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO).

Sebelumnya, tempe sudah dicatat oleh Codex Alimentarius International Food Standards, salah satu bagian dari Food and Agriculture Organization (FAO).

"UNS ikut mempromosikan agar tempe, makanan tradisional asli Indonesia bisa masuk dalam 'Intangible Cultural Heritage of Humanity', dan diakui dunia," kata Dosen Prodi Ilmu Teknologi Pangan Fakultas Pertanian UNS Dr Danar Praseptiangga di sela-sela International Workshop on Traditional Fermented Food di UNS Solo, Selasa (6/11/2018).

Minggu Besok, 10 Ribu Orang akan Kerja Bakti Massal di Solo

Pihaknya menilai tempe memiliki potensi yang besar untuk tercantum dalam daftar tersebut.

"Tempe dibuat dengan proses yang unik, ditemukan beberapa abad lalu oleh nenek moyang Indonesia," kata dia.

Dari dokumen sejarah, tempe dengan bahan dasar kedelai merupakan produk fermentasi yang pertama kali dibuat oleh masyarakat Jawa dan sudah biasa dikonsumsi sejak tahun 1700-an.

"Untuk masuk dalam daftar warisan dunia di Unesco, salah satu syaratnya adalah adanya kajian dan riset secara kontinyu terhadap tempe," jelasnya.

Ia mengatakan negara lain juga mengembangkan makanan berbasis kedelai seperti tempe.

Salah satunya, Jepang yang membuat nato.

Walikota Solo Minta Bantuan TNI-Polri Kerja Bakti Bersihkan Puing-puing Sisa Kebakaran Pasar Legi

Meski sama-sama terbuat dari kedelai dan merupakan produk fermentasi, namun nato berbeda dengan tempe.

“Kami terus kampanyekan tempe, sekaligus menunjukkan kekayaan dan kearifan lokal Indonesia, tempe sebagai pangan yang murah meriah, "tandasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved