Breaking News

Eklampsia, Penyebab Tertinggi Angka Kematian Ibu Hamil di Solo

Eklampsia menjadi penyebab tingginya angka kematian ibu melahirkan di Kota Solo.

Penulis: Imam Saputro | Editor: Fachri Sakti Nugroho
TribunSolo.com/Imam Saputro
Istri Wali Kota Solo Endang Prasetyaningsih (kiri) saat mewisuda salah satu peserta kelas ibu hamil Solo, Rabu (7/11/2018) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Imam Saputro

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Eklampsia menjadi penyebab tingginya angka kematian ibu melahirkan di Kota Solo.

Sepanjang 2018, tercatat ada 4 kematian yang dikarenakan eklampsia.

"Tahun ini ada 4, kami ingin agar zero kematian di ibu hamil dan melahirkan," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo Siti Wahyuningsih usai Wisuda Ibu Hamil di Pendapi Gede Balai Kota, Rabu (7/11/2018).

"Maka pentingnya kelas ibu hamil salah satunya adalah untuk memantau kesehatan ibu dan anak, jika ada gejala yang tidak diinginkan bisa langsung ditangani," imbuh dia.

Istri Korban Pesawat Lion Air dari Karanganyar Menangis saat Beritahu Kabar Suaminya kepada Keluarga

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo mewisuda 200 ibu hamil di Kota Solo di Pendapi Gede Balai Kota Solo, Rabu (7/11/2018).

Ratusan ibu hamil tersebut sudah dinyatakan lulus dalam pelatihan dan pendidikan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) yang dilaksanakan oleh Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Solo.

"Pendidikan Kesehatan Ibu dan Anak bertujuan untuk menekan kematian ibu hamil dan anak," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota, Siti Wahyuningsih, Rabu (7/11/2018).

Melalui pendidikan tersebut ibu hamil diberikan pemahaman dan pengetahuan seputar kesehatan bagi ibu hamil.

Para peserta juga mempelajari berbagai informasi seputar kesehatan kehamilan hingga pasca-melahirkan.

Kelas kehamilan diselenggarakan di berbagai puskesmas di Kota Solo.

DPUPR Solo Segera Pasang Ornamen Flyover Manahan

"Pendidikan diberikan sejak awal masa kehamilan sampai si anak lahir hingga usia lima tahun," kata dia.

Lebih lanjut ia menjelaskan sejak digulirkannya program tersebut kasus kematian ibu dan anak mengalami penurunan.

"Tujuannya agar ibu-ibu hamil tahu cara menjaga kehamilannya tetap sehat sekaligus untuk menekan angka kematian ibu dan bayi," kata Kepala DKK menegaskan.(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved