Pesawat Lion Air Jatuh

Pegawai BPK Korban Jatuhnya Pesawat Lion Air Terima Kenaikan Pangkat

Imam merupakan korban meninggal jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10/2018) lalu.

Pegawai BPK Korban Jatuhnya Pesawat Lion Air Terima Kenaikan Pangkat
Kompas.com/Cynthia Lova
Peti Jenazah Imam Riyanto di Masjid Annur, Gandul, Cinere, Selasa (7/11/2018). 

Pihaknya pun telah membuat grup WhatsApp untuk mempercepat komunikasi dari BPK ke keluarga korban.

“Jadi tim kami ada yang mantau di Hotel Ibis, ada yang mantau di JICT, ada yang mantau di RS Polri.

Setelah dapat informasi baru kami share ke grup,” ucap Moermahadi.

Moermahadi mengatakan, pihaknya juga akan memastikan segala tunjangan yang diberikan untuk korban.

“Langkah ke depan kami fasilitasi semua kebutuhan korban, termasuk santunan dan hak mereka kami bantu urus."

"Kami akan koordinasi dengan pihak yang terkait, baik Kementerian Keuangan, Kementerian Kesehatan, Kejaksaan, Mahkamah Agung, dan Badan Pertanahan Nasional, kami akan kumpul untuk penanganan hak mereka,” ucap dia.

Saat dipertanyakan terkait pemilihan pesawat para pegawainya yang bertugas ke luar kota, Moermahadi mengatakan hal tersebut merupakan pilihan pegawainya yang saat itu bertugas.

Menurutnya, kejadian itu adalah musibah.

“Itu mah musibah, lagian itu juga mereka yang memilih sendiri pesawatnya karena jamnya tepat dengan jam masuk kantor,” ucap Soemardi.

Selain Imam, ada sembilan pegawai BPK lain yang jadi korban Lion Air JT 610.

Mereka adalah Harwinoko, Martua Sahata, Dicky Jatnika, Achmad Sobih Inajatulllah, Yunita Sapitri, Yoga Perdana, Resky Amalia, Yulia Silviyanti, dan Zuiva Puspitaningrum. (Kompas.com/Cynthia Lova)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pegawai BPK Korban JT 610 Dapat Kenaikan Pangkat Anumerta"

Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved