Breaking News:

Pelajari Industri Digital, Mahasiswa FISIP Unisri Solo Kunjungi Wantannas, Kemendagri, dan Kemenpar

Sebanyak 130 mahasiswa dari tiga program studi, yaitu Ilmu Administrasi Negara, Ilmu Komunikasi, dan Ilmu Hubungan Internasional yang berpartisipasi

Penulis: Imam Saputro
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
TRIBUNSOLO.COM/IMAM SAPUTRO
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta melakukan Kuliah Kunjungan Institusi (KKI) ke Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dan Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Selasa-Jumat (6-9/11/2018). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Imam Saputro

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta melakukan Kuliah Kunjungan Institusi (KKI) ke Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dan Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Selasa-Jumat (6-9/11/2018).

Sebanyak 130 mahasiswa dari tiga program studi, yaitu Ilmu Administrasi Negara, Ilmu Komunikasi, dan Ilmu Hubungan Internasional yang berpartisipasi dalam kunjungan ini.

Ketua Panitia KKI, Herning Suryo Sardjono, menyampaikan tujuan dari KKI kali ini untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik memasuki Revolusi Industri 4.0.

“Terutama untuk menambah pengetahuan mahasiswa mengenai kondisi terkini di bisang industry berbasis digital,” kata Herning, Sabtu (10/11/2018).

Dalam kunjungan ke Dewan Ketahanan Nasional, delegasi disambut oleh Sekjen Wantannas, Letjen TNI Doni Monardo.

Dalam sambutannya ia menyampaikan, bahwa bela negara bukan hanya tugas TNI, tetapi tugas kita semua sebagai warga Indonesia termasuk mahasiswa.

“Aksi nyata yang bisa dilakukan mahasiswa adalah dengan memerangi narkoba di kampus, menolak paham radikalisme agama di kampus, mewaspadai ideologi liberalisme dan lain sebagainya,” kata Doni.

Sementara saat kunjungan ke Kementerian Pariwisata, Kasubid Analisis Data Faruq Aldian memberikan gambaran pariwisata Indonesia yang menjadi sektor unggulan Indonesia dan mampu memberikan kontribusi tertinggi untuk Gross Domestic Product (GDP).

“Indonesia tengah berupaya terus membangun pariwisatanya dan mempromosikan “Wonderful Indonesia” ke seluruh dunia dengan memanfaatkan teknologi digital, karena itu mahasiswa FISIP UNISRI harus mampu untuk menjadi agen promosi pariwisata Indonesia dengan memanfaatkan media digital,” kata dia.

“Misalnya promosi ekindahan Solo melalui akun sosmed masing-maing, dan bisa dilihat oleh wisatawan di seluruh dunia,” imbuh Faruq.

Dan di kunjungan terakhir ke Kementerian Dalam Negeri Direktur Direktorat Perkembangan Evaluasi Desa Eko Prasetyanto Purnomo Putra menyatakan bahwa Indonesia tengah berupaya memperkokoh perekonomiannya lewat pembangunan desa.

Desa-desa dipacu agar mampu kreatif dan inovatif mengembangkan wilayahnya termasuk dengan memanfaatkan teknologi digital.

Sebab dengan teknologi digital ini desa-desa dapat terhubung dengan mudah dengan wilayah lain dan dapat pula mempromosikan wilayahnya dengan lebih baik.

“Program dana desa akan ditingkatkan nilainya dan dioptimalkan pemanfaatannya, mahasiswa bisa ikut dalam pendampingan dana desa, atau ikut berperan aktif dalam penggunaan dana desa,” pesan Eko. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved