Pesawat Lion Air Jatuh

Keluarga Korban Lion Air PK-LQP Minta Kejelasan Terkait Surat Kematian

Sejumlah keluarga penumpang Lion Air dengan nomor registrasi PK-LQP meminta kejelasan soal surat kematian korban yang belum teridentifikasi.

Keluarga Korban Lion Air PK-LQP Minta Kejelasan Terkait Surat Kematian
TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Iryun (kiri), ayah dari korban kecelakaan Lion Air bernama Tami Julian saat ditemui awak media di RS Polri Said Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (14/11/2018). 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Sejumlah keluarga penumpang Lion Air dengan nomor registrasi PK-LQP meminta kejelasan soal surat kematian korban yang belum teridentifikasi.

Seperti yang diungkapkan oleh Iryun, ayah dari penumpang pesawat naas bernama Tami Julian, ia mempertanyakan sampai kapan harus menunggu proses identifikasi sehingga nantinya dapat memperoleh surat kematian anaknya.

"Banyak keraguan, kalau teridentifikasi, Polri sudah menjelaskan langsung dikeluarkan (surat kematian)."

"Tapi bagi yang tidak teridentifikasi, kami harus menunggu berapa lama lagi disini," ucapnya kepada awak media, Rabu (14/11/2018).

Kemenkeu akan Berikan Santunan untuk 21 Pegawai yang Jadi Korban Insiden Lion Air, Ini Besarannya

Ia menjelaskan, dirinya dan beberapa orang keluarga korban lainnya asal daerah keberatan bila harus lebih lama menunggu.

Pasalnya mereka sudah dua minggu berada di Jakarta untuk menanti kepastian soal keluarga mereka yang jadi korban jatuhnya pesawat Boeing 737 Max 8 di perairan Karawang, Jawa Barat itu.

"Kami dari daerah sudah dua minggu lebih (di Jakarta), sejak hari Senin tanggal 29 Oktober kemarin," ujarnya di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Terlebih, saat ini ia belum mendapat informasi terkait kejelasan pengurusan surat kematian bagi anggota keluarga yang ikut dalam penerbangan naas itu.

Atas Dedikasinya, Penyelam Pencari Korban Lion Air JT 610 Dapat Penghargaan

"Kami mohon agar pemerintah menjelaskan tentang akte kematian karena ini sangat diperlukan dalam mengurus berbagai keperluan seperti asuransi dan lainnya," kata Iryun.

"Jadi tolong pemerintah menjelaskan ini, apakah ke dukcapil atau ke Pengadilan Negeri (PN)," tambahnya.

Halaman
12
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved