Pesawat Lion Air Jatuh

Pemberian Santunan Kemenkeu untuk 21 Pegawai yang Jadi Korban Pesawat Lion Air akan Dipercepat

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tengah berupaya mempercepat proses pemenuhan hak-hak pegawainya yang menjadi korban kecelakaan pesawat Lion Air

Pemberian Santunan Kemenkeu untuk 21 Pegawai yang Jadi Korban Pesawat Lion Air akan Dipercepat
KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO
Puluhan kantong jenazah korban Lion Air, dikumpulkan di Pelabuhan JICT II, Tanjung Priok, Minggu (4/11/2018). 

TRIBUNSOLO.COM - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tengah berupaya mempercepat proses pemenuhan hak-hak pegawainya yang menjadi korban kecelakaan pesawat Lion Air PK-LQPdi Perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Salah satu upaya yang dilakukan Kemenkeu ialah menyiapkan berupa santunan bagi para keluarga korban kecelakaan pesawat Lion Air PK-LQP hingga kenaikan pangkat luar biasa.

"Kemudian diusulkan penetapan pangkatnya yaitu satu pemberian penghargaan satu tingkat lebih tinggi dari pangkat yang sekarang dimiliki oleh pegawai yang bersangkutan," ujar Sekretaris Jendral Kementerian Keuangan, Hadiyanto, di Kemenkeu, Jakarta Pusat, Rabu (14/11/2018). 

Dikutip TribunSolo.com dari Tribunnews.com, Hadiyanto mengatakan dalam proses pencairan santunan pihaknya akan berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk mendapatkan status terhadap 21 korban. 

Kemenkeu akan Berikan Santunan untuk 21 Pegawai yang Jadi Korban Insiden Lion Air, Ini Besarannya

"Ini memerlukan satu proses dari Kemenkeu kemudian diusulkan ke BKN (Badan Kepegawaian Negara) untuk mendapatkan status tewas," ucap Hadiyanto. 

Nantinya Hadiyanto mengatakan tunjangan dan santunan tersebut akan disalurkan melalui pihak Tabungan dan Asuransi Pensiun (Taspen), dan Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan (Bapetarum) Pegawai Negeri Sipil (PNS). 

"Pihak Taspen dan Bapetrarum juga akan mempercepat proses santunandan tunjangan ke karyawan tersebut," kayanya. 

Sebagai catatan, sebanyak 21 pegawai Kemkeu menjadi korban dalam kecelakaan pesawat Lion AirPK-LQP.

Mereka berasal dari instansi Ditjen Perbendaharaan, Ditjen Kekayaan Negara, serta Ditjen Pajak yang berkantor di Pangkalpinang, Bangka Belitung. 

Hingga sekarang, Hadiyanto menyebut, baru delapan orang korban yang berhasil teridentifikasi dalam proses pencarian yang dilakukan.

Halaman
12
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved