Pesawat Lion Air Jatuh

Keluarga Korban Lion Air PK-LQP Layangkan Gugatan untuk Produsen Pesawat Boeing

Salah satu keluarga korban jatuhnya Pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 beberapa waktu lalu menggugat The Boeing Company

Dok Lion Air
Pesawat Lion Air PK-LQP. 

TRIBUNSOLO.COM - Salah satu keluarga korban jatuhnya Pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 beberapa waktu lalu menggugat The Boeing Company selaku produsen pesawat Boeing 737 MAX 8.

Gugatan ini dilayangkan melalui firma hukum Colson Hicks Eidson dan BartlettChen LLC ke pengadilan Circuit Court of Cook County, Illinois, AS, pada Kamis (14/11/2018) waktu setempat.

“Kami telah mengajukan gugatan terhadap The Boeing Company."

"Gugatan ini kami ajukan atas nama klien kami, yaitu orangtua dari Alm dr Rio Nanda Pratama yang tewas ketika pesawat Boeing 737 MAX 8 jatuh ke laut."

"Alm dr Pratama adalah seorang dokter muda dalam perjalan pulang dari sebuah konferensi di Jakarta dan hendak menikah pada tanggal 11 November 2018,” kata Curtis Miner dari Colson Hicks Eidson dalam keterangan resminya seperti dikutip TribunSolo.com dari Kompas.com, Jumat (15/11/2018).

Miner mengatakan, pada 7 November 2018 lalu, Federal Aviation Administration (FAA) telah menerbitkan Emergency Airworthiness Directive (Petunjuk Layak Terbang Darurat) untuk pesawat Boeing 737 MAX.

Hasilnya, FAA menilai bahwa pesawat Boeing 737 MAX memiliki kondisi yang “tidak aman” dan kondisi ini juga mungkin ada serta dapat terjadi pada pesawat Boeing 737 MAX lainnya.

Penumpang Lion Air JT-556 Rute Jakarta-Yogyakarta Diturunkan dari Pesawat karena AC Mati

Berdasarkan hasil investigasi kecelakaan itu, Miner menyatakan, sesuai perjanjian internasional, pihak penyelidik dari Indonesia dilarang untuk menentukan siapa yang bertanggung jawab atau siapa yang bersalah.

Namun, mereka hanya diperbolehkan untuk membuat rekomendasi keselamatan untuk industri penerbangan pada masa depan.

"Inilah sebabnya mengapa tindakan hukum atas nama keluarga korban harus dilakukan," ujar Miner.

Ia menilai, gugatan korban kecelakaan ini sangat penting dan perlu dilakukan sehingga nantinya bisa mendorong pembenahan segala hal, baik dari Boeing maupun pemerintah.

"Investigasi oleh lembaga pemerintah biasanya tidak akan memutuskan siapa yang bersalah dan tidak menyediakan ganti rugi yang adil kepada para keluarga korban."

"Inilah pentingnya gugatan perdata pribadi dalam tragedi seperti ini," pungkasnya.

Sementara itu, Austin Bartlett dari BartlettChen LLC yang juga ikut mengajukan gugatan ini mengaku terkejut dengan jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di Indonesia.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved