Pesawat Lion Air Jatuh

Keluarga Korban Lion Air JT 610 Minta Pemerintah dan Lion Air Bangun Prasasti, Ini Tujuannya

Kakak Ipar Okto Manurung, Martua Sahaka, menjadi korban kecelakaan Lion Air JT 610 dan belum teridentifikasi. Okto usulkan pembangunan prasasti.

KOMPAS.com/DAVID OLIVER PURBA
Pihak Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, menyerahkan jenazah tiga korban Lion Air JT 610 kepada ketiga keluarga korban. Tiga jenazah atas nama Endang Sri Bagusnita (20) asal Tangerang, Wahyu Susilo (31) asal Klaten, dan Fauzan Azima (25) asal Sumatera Barat, Sabtu (3/11/2018). 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA  - Keluarga korban Lion Air JT 610 registrasi PK-LQP meminta pihak Lion Air maupun pemerintah membuatkan monumen atau prasasti.

Tujuannya, untuk mengenang para korban dalam tragedi kecelakaan pesawat tersebut, terutama korban tak ditemukan dan tak teridentifikasi.

"Bagaimana kepada korban-korban yang tidak ditemukan?," ujar perwakilan keluarga korban, Okto Manurung, di RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur, Jumat (16/11/2018).

"Apa hanya dikasihkan ini surat kematian? "

Lion Air JT 561 Gagal Take Off di Bandara Adi Soemarmo Solo. Penyebabnya Kerusakan Teknis

"Kita berharap yang tidak ditemukan harus ada dari prasastinya, setidaknya begitu."

"Dan juga mengingatkan akan tragedi ini," ucapnya, dikutip TribunSolo.com dari Kompas.com.

Okto mengatakan, prasasti akan bisa menjadi pengingat bagi keluarga.

Apalagi, untuk keluarga korban yang tak ditemukan sehingga tidak dapat dimakamkan.

Update Jumat, 16 November 2018, Ini Daftar Nama 95 Korban Lion Air JT 610 yang Telah Teridentifikasi

Adapun kakak Ipar Okto, yakni Martua Sahaka, menjadi korban kecelakaan pesawat tersebut dan belum teridentifikasi.

"Keluarga, anak-anak korban yang masih kecil misalnya pertanyakan bapaknya di mana kan bisa ditunjukkan, misalnya ini kuburannya." kata dia.

"Harapan saya bagi yang tidak ditemukan, ada suatu kepastian tempat meninggalnya di mana."

"Saya yakin keluarga-keluarga lain mengharapkan hal yang sama," kata dia.

Penumpang Lion Air JT-556 Rute Jakarta-Yogyakarta Diturunkan dari Pesawat karena AC Mati

Ia berharap, permintaan tersebut bisa ditanggapi oleh semua pihak, terutama pihak Lion Air dan pemerintah.

"Kalau hanya satu pihak saya yakin akan dipandang sebelah mata," ucapnya.

"Tapi kalau semua unsur mau prihatin dan peduli, saya yakin akan terjadi," ujar dia.

Diberitakan TribunSolo.com sebelumnya, hingga saat ini, selain kakak Ipar Okto yaitu Martua Sahaka, ada 94 korban lainnya yang belum teridentifikasi.

Keluarga Korban Lion Air PK-LQP Minta Kejelasan Terkait Surat Kematian

Sementara itu, korban yang telah teridentifikasi sebanyak 95 orang terdiri dari 70 laki-laki dan 25 perempuan.

Mereka merupakan korban pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang yang jatuh di Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10/2018) pagi lalu. (Kompas.com/Ryana Aryadita Umasugi)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Keluarga Minta Lion Air dan Pemerintah Bangun Prasasti untuk Kenang Penumpang JT 610

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved