Nuansa Adat Jawa Kental Mewarnai Upacara Hari Jadi ke-101 Karanganyar
Sejumlah pejabat, pelajar, dan warga Karanganyar mengikuti upacara peringatan Hari Jadi ke-101 Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Penulis: Efrem Limsan Siregar | Editor: Fachri Sakti Nugroho
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Efrem Siregar
TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Sejumlah pejabat, pelajar, dan warga Karanganyar mengikuti upacara peringatan Hari Jadi ke-101 Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, di lapangan alun-alun Karanganyar, Minggu (18/11/2018).
Nuansa adat Jawa mewarnai pelaksanaan upacara.
Mereka kompak mengenakan busana adat Jawa.
Beskap hitam dan blankon khas Surakarta terlihat dikenakan para kaum lelaki.
• 2 Film tentang Karanganyar Diperkenalkan saat Malam Tirakatan Hari Jadi ke-101 Kabupaten Karanganyar
Selain itu, Bupati Karanganyar Juliyatmono yang bertindak inspektur upacara juga menggunakan bahasa Jawa dalam menyampaikan amanahnya.
Usai pelaksanaan upacara, Juliyatmono menyampaikan harapannya untuk Kabupaten Karanganyar yang telah memasuki usia ke-101.
“Berikan yang terbaik kepada Kabupaten Karanganyar, sekecil apapun bentuknya.”
“Kita ingin Karanganyar tetap Jawa hingga seratus tahun mendatang,” kata Juliyatmono kepada TribunSolo.com dan awak media lainnya usai upacara.
• Pakaian Adat Jawa dan Materi Revolusi Mental Warnai Malam Tirakatan Hari Jadi ke-101 Karanganyar
Upacara juga dimeriahkan 1001 penari yang membawakan tari kolosal di lapangan alun-alun.
Tari kolosal ini menceritakan sejarah perjuangan RM Said dan Nyi Ageng Karang saat bertempur melawan pasukan Belanda hingga berhasil mendirikan Kabupaten Karanganyar pada 101 tahun silam.
Selain itu ada atraksi aeromodeling.
Tak ketinggalan, ratusan praja IPDN yang tergabung dalam kelompok Gita Abdi Praja (GAP) menampilkan atraksi marching band menghibur tamu undangan dan masyarakat yang hadir di alun-alun.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/peserta-upacara-hari-jadi-ke-101-kabupaten-karanganyar.jpg)