Breaking News:

Milad Muhammadiyah

Pidato Haedar Nashir dalam Milad ke-106 Muhammadiyah di Solo, Ta’awun dalam Bingkai Kearifan Politik

Pidato milad tersebut dikemukakan dalam puncak Milad ke-106 Muhammadiyah di Pura Mangkunegaran Solo, Minggu (18/11/2018)

TribunSolo.com/Garudea Prabawati
Haidar Nashir saat membacakan pidato Milad ke-106 Muhammadiyah di Pura Mangkunegaran Solo, Minggu (18/11/2018) 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Ketua Umum PP Muhammadiyah Haidar Nashir menerangkan Esensi dari tema Milad ke-106 Muhammadiyah yakni Ta'awum Untuk Negeri.

Pidato milad tersebut dikemukakan dalam puncak Milad ke-106 Muhammadiyah di Pura Mangkunegaran Solo, Minggu (18/11/2018).

"Ta’awun untuk Negeri dalam bingkai kearifan politik kenegarawanan yang cerdas dan bijak dari para pendiri bangsa yang mesti diteladani oleh generasi elite dan warga bangsa Indonesia saat ini," tuturnya dalam pidato tersebut.

Pihaknya melanjutkan spirit ta’awun dalam wujud jiwa, pikiran, sikap, dan tindakan kebersamaan yang berwawasan kenegarawanan itu mesti diaktualisasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara secara kolektif dan sistemik di Indonesia saat ini.

Tim Pembunuh Paksa Jamal Khashoggi Kirim Pesan untuk Putranya, Salah Khasoggi

Ta’awun atau kebersamaan yang sejati dapat menjadi faktor kekuatan bagi kesatuan, keutuhan, dan kemajuan Indonesia.

Sebagaimana pesan Bung Karno ketika berpidato pada 1 Juni 1945, bahwa: “Kita hendak mendirikan suatu negara semua buat semua.

Bukan buat satu orang, bukan buat satu golongan, baik golongan bangsawan, maupun golongan yang kaya, tetapi semua buat semua.

Itulah mozaik ta’awun atau spirit kebersamaan yang diletakkan  dengan kokoh oleh para pejuang dan pendiri bangsa secara autentik menuju Indonesia yang dicita-citakan, yang dalam perspektif Muhammadiyah disebut Indonesia Berkemajuan.

Yakni Indonesia yang maju, adil, makmur, berdaulat, dan bermartabat yang menjelma sebabai Negara Pancasila yang modern dan berperadaban utama!

Wilayahnya Dilanda Puting Beliung, Lurah Bejen Karanganyar Imbau Warga Perhatikan Pohon di Rumah

Karenanya Muhammadiyah dalam usianya yang ke-106 tahun 2018 Miladiah atau usia ke-109 tahun 1349 Hijriyah, tetap istiqamah di atas Kepribadian dan Khittahnya untuk senantiasa bekerjasama dengan pemerintah dan seluruh komponen bangsa dalam misi Dakwah Amar
Ma’ruf Nahi Munkar dan Tajdid demi terwujudnya kemajuan Indonesia.

Dengan Ta’awun Untuk Negeri dalam bingkai spirit bekerjasama dalam kebaikan dan taqwa, serta tidak akan bekerjasama dalam dosa dan
pelanggaran atau permusuhan, Muhammadiyah terus berkiprah mencerahkan bangsa ke seluruh persada negeri guna mewujudkan Indonesia Berkemajuan menjadi milik bersama.

Semoga Allah melimpahkan berkah, rahmat, dan karunia-Nya untuk bangsa Indonesia, sehingga negeri tercinta ini menjadi Baldatun Thayyibatun Warabbun Ghafur. Nashrun minallah wa fathun qarib," tutupnya dalam pidato tersebut. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved